Salat Idulfitri di Masjid Agung Ciamis Ditiadakan, Boleh di Masjid Tingkat RW Tapi dengan Syarat

Masjid Agung Ciamis meniadakan salat Idulfitri tahun ini. Keputusan itu berdasarkan rapat evaluasi PSBB.

TRIBUNJABAR/ANDRI M DANI
Bupari Ciamis, Herdiat Sunarya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Masjid Agung Ciamis meniadakan salat Idulfitri tahun ini. Keputusan itu berdasarkan rapat evaluasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Oproom Setda Ciamis, Sabtu (16/5/2020).

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan peniadaan itu atas pertimbangan untuk pencegahan terjadinya penyebaran Covid-19.

Bila salat Id tetap dilaksanakan di dalam atau di halaman Masjid Agung Ciamis, menurut Herdiat cukup sulit untuk menerapkan protokol kesehatan, yaitu physical distancing

Atas pertimbangan yang sama, katanya, salat Id juga ditiadakan di masjid besar di tiap kecamatan.

Salat Id berjemaah, menurut Bupati Herdiat bisa dilaksanakan di masjid jami tingkat desa, tingkat RW atau lingkungan.

“Itu pun dengan syarat para pemudik, ODP (orang dalam pemantauan), OTG (orang tanpa gejala) apalag PDP (pasien dalam pengawasan) tidak boleh ikut serta dalam pelaksanaan salat Id tersebut (di tingkat desa, RW atau lingkungan),” kata Herdiat.

Sesuai dengan hasil video conference bersama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Sabtu (16/5/2020) sore, menurut Herdiat, salat id boleh dilaksanakan secara berjemaah dengan syarat wilayah tersebut termasuk kategori level satu (normal). Tidak ditemukan kasus positif.

Pelaksanaan salat Id secara berjemaah di tingkat desa, RW atau lingkungan tersebut harus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun maupun cek suhu tubuh.

Meski salat Id berjemaah diperbolehkan di tingkat masjid desa, namun takbir keliling dilarang.

“Takbirnya cukup di masjid saja. Itu pun harus memperhatikan protokol kesehatan dan tetap jaga jarak,” katanya.

Dari evaluasi pelaksanaan PSBB menyeluruh sejak Rabu (6/5/2020) dan akan berakhir Selasa (19/5/2020), Ciamis sebagai daerah kategori level tiga (ditemukan kasus positif Covid-19) mengusulkan penerapan PSBB secara parsial. PSBB difokuskan di daerah yang ditemukan kasus terkonfirmasi positip Covid-19, yakni di Pamarican dan Banjarsari, serta daerah kecamatan yang padat penduduk.

“Dan pengawasan dan pemantauan pemudik tetap terus dilakukan sebagai upaya pencegahan dini penyebaran Covid-19,” ujar Herdiat. (*)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved