Lebaran 2020

Masjid Agung Kota Tasikmalaya akan Digunakan untuk Salat Idulfitri, Dengan Syarat Seperti Ini

Masjid Agung Kota Tasikmalaya akan digunakan untuk salat Idulfitri, namun dengan menerapkan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19.

YOUTUBE @Andi Yudhistira
Masjid Agung Kota Tasikmalaya akan Digunakan untuk Salat Idulfitri, Dengan Syarat Seperti Ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRUBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Masjid Agung Kota Tasikmalaya akan digunakan untuk salat Idulfitri, namun dengan menerapkan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19.

"Kami akan menggunakan Masjid Agung untuk pelaksanaan solat Ied ( salat Idulfitri). Tapi jumlahnya dibatasi dalam memenuhi physical distancing," kata Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi, Minggu (17/5/2020).

Namun begitu, warga yang akan melaksanakan solat Ied di rumah masing-masing juga dipersilakan. Terutama di daerah dengan angka kasus Covid-19 masing tinggi.

Salat Idulfitri di Masjid Agung Ciamis Ditiadakan, Boleh di Masjid Tingkat RW Tapi dengan Syarat

"Sesuai fatwa MUI, yang mau melaksanakan solat Ied di rumah juga diperbolehkan. Termasuk yang hendak mengelarnya di lapang terbuka. Asal tetap mengikuti kaidah physical distancing," kata Aminuddin.

Penggunaan Masjid Agung untuk solat Ied, menurut Aminuddin, berdasarkan perhitungan bahwa peningkatan kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah landai.

Solat tarawih berjamaah pertama di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Kamis (23/4) malam, tetap dilaksanakan.
Solat tarawih berjamaah pertama di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Kamis (23/4) malam, tetap dilaksanakan. (Istimewa)

"Sepengetahuan saya kondisi perkembangan wabah virus corona di wilayah kita sudah landai. Jadi kami putuskan Masjid Agung digunakan untuk solat Ied," ujar Aminuddin.

Jelang Idulfitri Kerumunan Warga Tak Terbendung di Pasar Induk, Pedagang & Pembeli Jalani Rapid Test

Masjid Agung sendiri selama ini tetap digunakan untuk beribadah umat Islam termasuk menggelar secara rutin solat Jumat.

Hanya saja jumlah jemaah dibatasi, dengan prinsip physical distancing.

Pihak DKM memberikan tanda strip merah untuk posisi setiap jemaah, dengan jarak antar jemaah sekitar satu meter. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved