Kamis, 28 Mei 2026

Gagas Aplikasi Alumni ID, Calon Ketua IKA Unpad Ini Optimis UMKM Alumni Unpad akan Makin Berkembang

Pemerintah dorong agar UMKM meningkatkan produknya, perlindungan hukum, standardisasi, sertifikasi dan perluasan akses pasar khususnya ke luar negeri

Tayang:
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
DR. Ary Zulfikar, SH, MH. Direktur Eksekutif Hukum, LPS/ Calon Ketua Alumni Unpad 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Koperasi sedang merancang program-program terhadap pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar tepat sasaran.

Menurut Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran Kementerian Koperasi dan UMKM, Fiter Silaen, pemerintah mendorong agar UMKM meningkatkan produknya, perlindungan hukum, standardisasi, sertifikasi dan perluasan akses pasar khususnya ke luar negeri.

"UMKM jangan terpaku memasarkan produk di dalam negeri, namun harus berorientasi eskpor. Marketing dan pemasaran bisa melalui expo, juga diaspora luar negeri yang bisa dimanfaatkan menjadi market intelijen sehingga UMKM akan semakin berkembang dan memiliki daya saing yang kuat,” kata Fiter Silaen dalam “Bincang Santai UMKM Alumi Unpad” melalui webinar, Sabtu (16/5/2020) seperti dalam rilis yang diterima Tribunjabar.id, Minggu (17/5/2020).

Pelaku UMKM Optimistis RUU Cipta Kerja Bisa Permudah Pengembangan dan Bersaing dengan Industri Besar

Fiter Silaen sangat mengapresiasi pengembangan bisnis UMKM alumni Unpad. Dia mengaku akan turut mendorong bagaimana mengkolaborasikan potensi-potensi UMKM yang ada pada alumni agar sejalan dengan program-program pemerintah khususnya program UMKM.

"Pemerintah sendiri menitikberatkan kepada peningkatan eskalasi kelas UMKM, yang bisa menggerakan roda perekonomian, dan tidak terjebak pada kelas survival stage. Namun meningkat terus hingga kemudian menjadi besar dan menjadi pilar menopang perekonomian negara yang pada saat pandemic covid-19 ini salah satunya bertumpu pada kekuatan bisnis UMKM," katanya.

Sementara itu dalam webinar yang menghadirkan moderator Dewi Tenty Septi Artiany (pengamat dan pegiat UMKM), calon ketua Ika Unpad, Ary Zulfikar, yang juga jadi pembicara, menyampaikan perkembangan yang sangat menggembirakan dari geliat bisnis UMKM yang digagasnya.

Inisiator pengembangan UMKM berbasis alumni, ini menawarkan program mengembangkan potensi bisnis UMKM berbasis alumni.

Ary mengatakan bahwa sejak UMKM Alumni Unpad dideklarasikan pada 22 Februari 2020, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan pendataan produk-produk UMKM alumni hingga kini terdapat sekitar 200 produk UMKM yang terhimpun dalam media sosial instagram.

“Jumlah yang mendaftarkan produk untuk dipromosikan melalui instagram UMKM alumni semakin bertambah dari hari ke hari, dengan produk yang sangat beragam dan berkualitas,” jelas Ary.

Pria yang akrab dipanggil Azoo, mengaku sangat optimistis jika potensi produk UMKM dikelola dengan baik, maka bisnis UMKM bisa berkembang. Menurut dia, dari perkembangan harian instagram yang menampilan produk UMKM, jumlah visitornya juga terus meningkat.

“Dalam tujuh hari terakhir ini laman instagram yang menampilkan produk UMKM dikunjungi 1000 visitor,” katanya.

Untuk semakin mengembangkan bisnis UMKM, pihaknya menggagas aplikasi tunggal Alumni ID pada tanggal 31 Maret 2020. Tujuannya adalah untuk memperkuat jejaring alumini, sehingga pembentukan pasar bersama sebagai tempat memasarkan mempertemukan penjual dan pembeli bisa diwujudkan.

Ary juga menambahkan dalam proses pendataan produk alumni, ternyata ada pelaku UMKM alumni Unpad yang telah berhasil menembus pasar Internasional.

"Bahkan kami juga ditawarkan Kerjasama untuk memenuhi kebutuhan pasokan kopi, teh, produk pangan dan fashion ke Australia dan Maroko. Untuk mewujudkan  Kerjasama tersebut, UMKM yang kami bina ini juga difasilitasi Kantor di Melbourne. Sebenarnya terbuka kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produknya ke Timur Tengah. Kami akan mencoba untuk memfasilitasi pelaku UMKM, khususnya cluster yang kami bina untuk menembus pasar internasional," ujarnya.

Aplikasi tunggal ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi besar dimana alumni bisa mengembangkan jejaring, info karir, market place, alumni TV, Barcode Alumni ID dan Info Kampus.

Dari platform digital juga diharapkan dapat mendorong pasar bersama semakin besar dan berkembang dengan berbasis kekuatan alumni yang tersebar tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri.

"Kami tidak hanya mengumpulkan produk, namun juga memberikan pelatihan dan pembinaan, misalnya bagaimana packaging-nya, promosi, marketingnya, serta perlindungan legal hukumnya, sehingga produk UMKM yang tampil benar benar produk yang berkualitas," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, moderator Dewi Tenty Septi Artiany mengatakan pentingnya strategi marketing dan manajemen branding. Menurut dia, lebih mudah mengelola one branding dengan sistem merek kolektif, yaitu satu merek yang dikelola bersama-sama dan dijalankan oleh manajemen yang baik.

"Hal tersebut akan membawa kemajuan yang lebih besar dibandingkan jika dilakukan secara individu/parsial dari masing-masing pelaku UMKM," ujarnya.

Menurutnya dengan sistem yang terbentuk dalam satu wadah atau kelompok usaha bersama seperti sistem koperasi, maka mengembangkan produk akan semakin mudah. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved