Wisata Cianjur

Berendam di Air Terjun Hangat Desa Sukasirna, Lemah Syahwat dan Lumpuh Konon Bisa Sembuh

TUJUH air terjun di Kampung Sindangrama, Kabupaten Cianjur, bukan air terjun biasa. Airnya hangat. Konon memiliki banyak khasiat.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Objek wisata tujuh air terjun panas tepatnya di Kampung Sindangrama, Desa Sukasirna, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Ferri Amiril Mukminin

TUJUH air terjun di Kampung Sindangrama, Desa Sukasirna, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, bukan air terjun biasa. Airnya hangat. Konon memiliki banyak khasiat. Lumpuh bisa sembuh, bahkan lemah syahwat.

Jika kita menggunakan kendaraan roda empat, Kampung Sindangrama bisa ditempuh dalam tiga jam dari Cianjur Kota. Suasana yang asri langsung bahkan sudah terasa sebelum kita tiba di perkampungan. Kanan dan kiri jalan menuju kampung dipenuhi pohon-pohon besar, berderet hingga ke gerbang kampung, tempat tujuh air terjun panas ini berada.
Ketujuh air terjun ini memiliki ketinggian yang berbeda-beda, antara 15 meter hingga 20-an meter. Namun, airnya sama-sama jernih dan hangat.

Tak hanya bisa menikmati kejernihan dan kehangatannya, para pengunjung juga bisa datang ke sumber air panasnya yang ada di puncak bukit. Pandi (62), kuncen air terjun, dengan senang hati akan mengantar. Ia juga dengan suka hati bercerita tentang segala hal yang berkaitan dengan air terjun tersebut sepanjang perjalanan.

Untuk mencapai sumber air panas, pengunjung harus menapaki jalan setapak menanjak, yang di beberapa bagiannya tertutup semak. Dari bawah, hanya perlu 10-15 menit untuk mencapainya. Sumber air panas berada di antara bebatuan sebelum puncak bukit. Airnya keluar begitu saja menuruni dinding batu dan terjun ke Sungai Sindangrama.
Berbeda dengan air yang mengalir di bawah, air di sumber mata air ini terasa sangat panas. Ada harum belerang yang tercium. Namun, sama-samar.

"Air terjun ini sudah lama ada. Tahun 1950-an, saat saya masih kecil, saya sudah sering main dan mandi di sini. Menurut cerita orang tua, air terjun ini punya banyak khasiat. Mulai dari mengobati gatal, pegal-pegal, masalah kejantanan pria, bahkan mengobati mereka yang lumpuh," ujar Pandi di lokasi air terjun, Minggu (17/5).

Dulu, kata pandi, di sekitar air terjun banyak dibangun saung-saung tempat warga menginap. "Sekarang, saung-saung itu sudah ditata menjadi gazebo dan disewakan Rp 10 ribu untuk warga beristirahat," kata Pandi.

Pemandian dan tempat berendam di lokasi air terjun ini masih sangat sederhana. Hanya ada satu bak berbentuk persegi panjang dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Tak heran, banyak pengunjung lebih memilih untuk berendam air panas di sungai. Sebuah pohon caringin besar menjadi peneduh.

Pandi mengatakan, meski masih sangat sederhana dan alami, pada hari raya dan libur tahun baru, tempat ini biasanya ramai dipadati oleh pengunjung. Kebanyakan berasal dari Cianjur.

Gazebo-gazebo di sekitar air terjun, kata Pandi, dibangun para pemuda dari karang taruna dan tokoh warga Kecamatan Leles. Tak hanya membangun gazebo, mereka juga membangun jalan untuk menuju ke air terjun, termasuk membuat anak tangga menuju sungai.

"Kami bangga dengan adanya air terjun panas ini. Apalagi, sumber air panas ini adalah yang terbesar di Cianjur. Sedikit demi sedikit, kami kenalkan air terjun panas ini," ujar Toto Iskandar, tokoh masyarakat Kecamatan Leles.
Toto berharap ketujuh air terjun ini menjadi tujuan wisata baru Jawa Barat dan Indonesia. Pasalnya, warga Jabar belum banyak mengenal ada air terjun panas dengan ketinggian dua puluh meter di Cianjur.

Toto mengatakan, sebagian besar jalur jalan menuju Leles sudah diperbaiki. Untuk menuju lokasi wisata ini bisa ditempuh dari pertigaan Patrol seberang sebuah bensin dan tugu perbatasan Kecamatan Tanggeung-Cibinong. Berbelok ke kanan dan sekitar satu jam perjalanan dari Patrol maka akan sampai di wilayah Desa Sukasirna.

Alternatif lainnya adalah melalui Pesisir Pantai Sindangbarang, lalu Pantai Agrabinta. Jika melewati jalur ini, semua jalannya dalam kondisi yang baik. (*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved