Breaking News:

Lebaraan 2020

Susul Ciamis, Sejumlah Daerah Bolehkan Salat Idulfitri Berjemaah di Lapangan

Sejumlah kabupaten di Jabar akhirnya mengikuti langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis mengizinkan salat Id berjemaah di lapangan.

ILUSTRASI: TRIBUN JABAR/ARI RUHIYAT
Salat Berjemaah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Nandri Prilatama dan Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah kabupaten di Jabar akhirnya mengikuti langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis mengizinkan salat Id berjemaah di lapangan.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengatakan, ia sudah membolehkan kecamatan-kecamatan yang masuk zona kuning untuk laksanakan salat Tarawih dan Idulfitri. Anne juga mengaku telah memberitahukan kepada para ketua dewan kemakmuran masjid (DKM) dan MUI Purwakarta untuk menerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Meski demikian, kata Anne, ia tak mengeluarkan surat edaran mengenai izin penyelenggaraan salat Tarawih dan Idulfitri ini.

"Karena akan terbentur dengan Surat Edaran Nomor 6 tahun 2020 dari Menteri Agama dan maklumat Polri yang membatasi adanya perkumpulan orang dengan maksimal lima orang," ujarnya saat mendampingi Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jumat (15/5).

Anne mengakui, di Purwakarta tak ada satu pun kecamatan yang masuk zona hijau. "Oleh karena itu, untuk yang kecamatannya masuk zona merah saya imbau untuk sementara waktu dibatasi pelaksanaan ibadahnya," ujarnya.

Hal serupa dikatakan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Ia mengatakan, salat Id di Garut boleh dilakukan berjemaah, kecuali di wilayah yang masuk zona merah. "Nanti akan kami tentukan titiknya. Mana yang zona merah, kuning, dan hijau. Tapi secara keseluruhan, Garut sudah zona kuning," ujarnya melalui telepon, kemarin.

Sejauh ini di Garut ada 14 kecamatan yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di 14 wilayah itu, terdapat kasus positif Covid-19 serta warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Ke-14 kecamatan itu adalah Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Cilawu, Karangpawitan, dan Banyuresmi (wilayah perkotaan), Wanaraja, Cibatu, Selaawi, Limbangan, dan Kadungora (wilayah utara), serta Cigedug, Cisurupan, dan Cikajang (wilayah selatan).

Di luar 14 kecamatan itu merupakan zona kuning dan hijau. Jika PSBB tak diperpanjang, ke-14 kecamatan itu akan berubah menjadi zona kuning.

Ketua MUI Garut, KH Sirodjul Munir, mengatakan, pelaksanaan salat Id bersifat kondisional. Artinya, jika tak masuk ke dalam zona merah, masyarakat boleh melakukan salat berjemaah.

"Cuma belum ada penentuan wilayah masuk zona merah, kuning, atau hijau. Ada kegamangan di masyarakat soal salat Id ini. Mereka menanyakan status wilayahnya," kata Munir di Kantor MUI Garut, Jalan Otista, Jumat (15/5).

Munir menggatakan akan secepatnya mengirim surat ke Bupati untuk meminta kejelasan terkait zona di setiap wilayah. Hal itu harus segera diputuskan karena umat Islam akan segera memasuki hari raya dan melaksanakan salat Id.(*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved