Soal Pemeriksaan ASN tentang Dugaan Korupsi, Bupati Kuningan: Tidak Ada yang Ditutup-tutupi

Bupati Kuningan, Acep Purnama, menegaskan tidak ada yang ditutup-tutupi terkait persoalan dugaan tindak pidana korupsi.

Tribunjabar.id/Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
Bupati Kuningan, Acep Purnama. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Bupati Kuningan, Acep Purnama, menegaskan tidak ada yang ditutup-tutupi terkait persoalan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan seorang birokrat di Kuningan. Saat ini, kasus tersebut sedang diperiksa dai Polda Jabar

Acep mengatakan, adanya pemeriksaan itu jangan dikatakan bahwa bersangkutan melakukan kesalahan.

“Ini ada prasangka dulu dan kita menghormati hukum,” kata Acep Purnama setelah meluncurkan penyaluran sembako di halaman Pendopo Kuningan, Jumat (15/5/2020).

Persib Bandung Tanpa Pemain di Liga Indonesia 2001 Hampir Bikin Kejutan, Sayang Gagal

Apalahi tindakan pemeriksaan itu dilakukan untuk mencari keterangan dari beberapa kejadian.

“Sebelumnya ada laporan dan saya perintahkan untuk patuhi dan ikuti petunjuk,” katanya.

Acep menjamin dalam pelaksanaan kerja sebagai penyelenggara pemerintah daerah tidak ada ditutupi. “Bagi kami tidak ada indikasi ke hal yang buruk,” katanya.

Orang nomor satu di Kuningan ini mengaku bahwa pekerjaan pemerintah itu bersumber dana dari pemerintah tingkatan atas. “Ya, semua kegiatan kami bersumber dari berbagai tingkatan, dan kami semaksimal dalam melaksanakan kegaitan di daerah,” ujarnya.

527 KK di Kota Tasikmalaya Tercacat Dobel sebagai Penerima Bansos Terdampak Covid-19

Kabar Gembira untuk Bobotoh Persib Buka Lowongan Pekerjaan, Coba Intip Posisinya Siapa Tahu Cocok

Mengenai dugaan kesalahan dalam pekerjaan, kata Acep, lembaga pemeriksa juga memberikan ruang untuk memperbaiki.

Kemudian terhadap lembaga pemeriksa, kata Acep, pihaknya tidak berani mengntervensi terhadap langkah kerja yang mereka lakukan. “Seperti saber pungli di daerah, mereka punya rencana kerja, pelaksanaan kerja, dan evaluasi kerja,” ujarnya.

Cerita Sabtu Pagi hingga Film Panggung Akhir Sekolah, Berikut Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 16 Mei

PDP di Ciamis Bertambah 4 Orang Jadi 56 Orang, Ada Pasien Sembuh Terinfeksi Lagi

Kabid Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuningan, Otang Setiawan,
saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, ”Bahwa di mana pun kesalahan dalam kegiatan pemerintah, ya kami dimintai keterangannya,” kata Otang.

Otang mengatakan, kegiatan dalam memberikan keterangan terhadap lembaga pemeriksa itu merupakan kewajiban posisi jabatan sebagai kuasa anggaran di pemerintah. “Ini merupakan konsekuensi jabatan,” katanya.

Harga Ayam di Pasar Naik Signifikan, Pedagang Malah Bingung Penyebabnya

Pemanggilan ini, kata dia, kerap dilakukan dalam memberi keterangan terhadap lembaga pemeriksa. ”Kemarin juga saya diperiksa di Polda lama,” katanya.

Otang mengaku akan kooperatif dengan lembaga pemeriksa mana pun. “Ini sudah biasa kami lakukan. Dan tidak ada apa-apa,” ujarnya. (*)

Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved