Breaking News:

Ketua DPRD Garut Tolak Rapid Test Pakai Alat Buatan Cina, Jika Hasilnya Reaktif Merk Lain Nonreaktif

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida menolak mengikuti rapid test yang diadakan Dinas Kesehatan Garut

tribunjabar/firman wijaksana
Ketua DPRD Garut Euis Ida menolak Rapid Test Pakai Alat Buatan Cina 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida menolak mengikuti rapid test yang diadakan Dinas Kesehatan Garut di Gedung DPRD Garut. Euis menilai, alat rapid test yang dipakai tersebut kualitasnya buruk.

Penolakan Euis setelah tujuh orang yang melakukan rapid test di Lapangan Setda Garut pada Selasa (12/5/2020) menunjukkan hasil reaktif. Namun sehari kemudian, ketujuhnya dinyatakan nonreaktif saat menjalani tes ulang dengan rapid test merk lain.

"Kalau ada yang mau (rapid test) silakan saja. Ibu mah enggak. Mau alat (rapid test) yang bagus dan akurat," kata Euis, Jumat (15/5).

Alat rapid test yang dipakai saat ini, dituding Euis banyak bermasalah. Akibatnya menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Maunya alat yang bagus. Yang kemarin itu jelek. Makanya ibu enggak (ikut rapid test)," ujarnya.

Warga Tasikmalaya yang Positif Covid-19 dan Menolak Saat Dijemput Akan Menjalani Tes Swab Lagi

Ia khawatir pikirannya jadi terbebani saat menggunakan alat rapid test tersebut. Euis juga meminta Pemkab Garut untuk menarik semua alat rapid test yang ada saat ini.

"Alat yang ada tarik dulu. Ganti dengan yang baru. Jangan nakut-nakutin masyarakat dan buat resah," katanya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, alat rapid test memang tak 100 persen akurat. Kenyataan di beberapa lokasi tes, terjadi hasil yang berbeda.

"Memang seperti itu, hari ini reaktif tapi saat dites dengan alat lain jadi nonreaktif. Kenyataannya seperti itu dan terjadi di beberapa tempat," kata Helmi.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved