Breaking News:

Tahukah Anda, Sejarah Kartu Kuning dan Merah di Sepak Bola Ide Awalnya Ditemukan di Jalanan

Dalam satu pertandingan olahraga, kita tak asing dengan keberadaan wasit. Dia adalah sosok yang memiliki kendali atas jalannya pertandingan.

Editor: Giri
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Dua pemain Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel dan Bojan Malisic memprotes wasit yang memimpin laga Persib Bandung vs PS Tira Persikabo. 

TRIBUNJABAR.ID - Dalam satu pertandingan olahraga, kita tak asing dengan keberadaan wasit. Dia adalah sosok yang memiliki kendali atas jalannya pertandingan.  

Yang paling familier adalah wasit dalam pertandingan sepak bola. Khususnya di Indonesia, wasit selalu menjadi sorotan karena dibarengi dengan berbagai kontroversial.

Seorang wasit -- di cabang sepak bola -- ditemani dua hakim garis, satu wasit cadangan dan penilai wasit. Mereka semua termasuk dalam perangkat pertandingan.

Profesi ini, pertama kali diperkenalkan oleh orang Inggris yang bernama Ricard Mulcaster pada tahun 1581. Dia menyarankan menggunakan hakim untuk menyelesaikan perselisihan atas pihak yang bertikai.

Di era modern, wasit pertama kali diperkenalkan oleh pihak sekolah di Inggris pada saat itu ada sebuah pertandingan Bodyguard Club vs Fearnought Club.

Pada awalnya pertandingan sepak bola diasumsikan bahwa jika ada sebuah perselisihan bisa diselesaikan dengan damai dengan pihak yang terlibat, para pemain, para petinggi-petinggi yang terlibat dalam sepak bola jika ada pelanggran bisa diselesaikan dengan baik.

Namun, dengan berkembang sepak bola yang kompetitif, maka kebutuhan akan hadirnya wasit sangat diperlukan. Adapun syarat untuk menjadi seorang wasit, adalah dia harus berlaku jujur dan adil dalam memimpin sepak bola. Selain daripada itu seseorang yang ingin menjadi wasit paling tidak harus mengetahui dasar permain sepak bola.

Wasit pun memiliki janji, seperti “Saya berjanji bersungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban sebagai wasit dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh dasar dan tujuan PSSI, menjalankan semua peraturan PSSI dengan sebaik-baiknya, demi keluhuran korps wasit pada khususnya serta keolahragaan pada umumnya.”

Selain peluit, wasit juga dibekali dengan dua kartu sakti, kartu kuning dan merah. Keduanya digunakan untuk mengganjar pemain yang melakukan pelanggaran saat berada di lapangan.

Kartu kuning digunakan untuk memberikan peringatan serius kepada pemain agar tidak mengulanginya. Sementara, kartu merah digunakan untuk pelanggaran yang sudah sangat fatal, sehingga pemain yang diberikan kartu merah harus meninggalkan timnya dan keluar lapangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved