Meski Masih Pandemi Corona, Kebutuhan Uang Tunai Melonjak di Daerah Priangan Timur

Namun ada fenomena menarik yang terjadi, yakni kebutuhan uang tunai justru meningkat cukup tinggi di daerah Priangan Timur.

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Kepala KPwBI Jabar Herawanto saat menggelar acara pers conference Ketersediaan Uang Tunai Saat Ramadan dan Idul Fitri 2020 melalui meeting zoom di Bandung, Kamis (14/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebutuhan uang tunai di setiap daerah di Jawa Barat pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini peningkatannya sedikit terhambat oleh adanya pandemi corona virus atau Covid-19.

Namun ada fenomena menarik yang terjadi, yakni kebutuhan uang tunai justru meningkat cukup tinggi di daerah Priangan Timur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto mengatakan, Bank Indonesia Jawa Barat mencatat kebutuhan uang tunai tertinggi pada periode Ramadan/ ldulfitri tahun ini terjadi di wilayah Priangan (diluar Bogor, Depok dan Bekasi) sebesar Rp 14,90 triliun.

BI Jabar Siapkan Duit Cash Rp 21 Triliun Buat Keperluan Bulan Puasa dan Lebaran

"Kebutuhan tertinggi diikuti oleh Priangan Timur sebesar Rp 2,72 triliun dan Cirebon, Indramayu, Majalaya serta Kuningan sebesar Rp 4,04 triliun," kata Herawanto pada acara pers conference Ketersediaan Uang Tunai Saat Ramadan dan Idul Fitri 2020 melalui meeting zoom di Bandung, Kamis (14/5/2020).

Ia mengatakan, dari Sisi permintaan, pada Ramadan 2020, permintaan uang diprakirakan sebesar Rp 14,90 triliun atau meningkat 9,6% dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Iduifitri tahun 2020 di wilayah Jawa Barat (diluar Bogor, Depok dan Bekasi) yang diprakirakan sebesar Rp 21 triliun.

Jumlah ini turun sebesar 11,2% (yoy) dibandingkan periode tahun lalu sebesar Rp 24,39 triliun.

"Jumlah tersebut telah memerhatikan antisipasi kebutuhan selama bulan Ramadan, libur Idulfitri, serta kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi Covid-19, termasuk pelaksanaan Pembatasan Sosiaf Berskala Besar (PSBB)," katanya.

Untuk pengadaan kebutuhan uang tunai, kata Herawanto, Bank Indonesia senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah untuk memastikan tersedianya uang yang layak edar di Jawa Barat.

"Hal ini juga untuk mendukung pergerakan roda perekonomian Jawa Barat dengan memerhatikan protokol pencegahan Covid-19, dan langkah ini sejalan dengan semangat kita bersama untuk " Kill The Virus, but Not The Economy", kita bersama mengendalikan penyebaran virus Covid-19 namun dengan tetap mendukung keberlangsungan bergeraknya perekonomian masyarakat," katanya. (siti fatimah)



Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved