Kinerja XL Axiata Mentereng di Triwulan I, Laba Bersih Rp 1,5 Triliun

Di tengah kompetisi industri telekomunikasi dan data yang terus meningkat, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mengawali tahun 2020 baik.

XL Axiata
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah kompetisi industri telekomunikasi dan data yang terus meningkat, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mengawali tahun 2020 dengan kinerja yang kuat.

Sejumlah indikator menunjukkan kemampuan XL Axiata mempertahankan kinerja di periode tiga bulan pertama setiap tahun yang biasanya sangat berat. 

Satu indikatornya, pendapatan meningkat sebesar sembilan persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dan 1,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ).

Earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) juga meningkat 40 persen (YoY) yang didorong oleh pertumbuhan revenue, efisiensi biaya, dan implementasi IFRS16, sehingga pencapaian laba bersih juga meningkat secara signifikan sebesar Rp 1,5 triliun.

"Tiga bulan pertama setiap tahun selalu menjadi periode yang berat bagi operator. Namun, momentum positif dari kinerja 2019 ditambah dengan proposisi produk yang inovatif, serta kualitas jaringan yang kuat, telah berhasil membawa kami mewujudkan kinerja yang tetap kuat dan berkelanjutan di triwulan 1 2020," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, dalam keterangan resminya kepada Tribun, Kamis (14/5/2020).

Dian menyebutkan bahwa XL Axiata berhasil meningkatkan penetrasi penggunaan smartphone mencapai 86 persen di akhir triwulan pertama.

Keberhasilan tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan data sebesar 17 persen (YoY) dan saat ini pendapatan dari data berkontribusi sebesar 91 persen dari total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan.

"Sementara total trafik sepanjang triwulan 1 tersebut meningkat 41 persen (YoY) dan 7 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (QoQ)," ujarnya.

Dian mengatakan, sejak memasuki masa anjuran bekerja dan belajar di rumah (WFH) seiring merebaknya Covid-19, trafik data telah meningkat 15 persen dibandingkan periode sebelum WFH.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved