VIDEO Anak SMP Menjadi Bandar Narkoba Menjadi Kasus Perdana

"Saya tidak membayangkan bisa seperti ini. Penanganannya khusus, karena anak masih di bawah umur

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
 
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kepala Bapas Kelas 1 Bandung, Bambang Ludiro mengaku tidak pernah membayangkan ada anak di bawah umur yang menjadi bandar narkotika jenis ganja.
 
"Saya tidak membayangkan bisa seperti ini. Penanganannya khusus, karena anak masih di bawah umur, sebetulnya pendekatannya menggunakan sistem Peradilan Pidana Anak (PPA), konsepnya adalah pembinaan," kata Bambang Ludiro, Selasa (12/5/2020).
Bambang Ludiro menjelaskan, kasus anak di bawah umur sebagai bandar narkoba merupakan kasus baru dan pertama kali di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung.
 
Karena hal tersebut merupakan kasus narkoba, Bambang mengatakan bahwa penanganannya tidak bisa putus di tengah jalan, harus diusut hingga tuntas meskipun pelakunya adalah anak di bawah umur.
 
Terkait status hukum dari anak tersebut, Bapas Bandung menyerahkan setiap tahapan kepada pihak Kepolisian. Bapas akan mengawasi anal dan melakukan pembinaan .
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki menegaskan bahwa terhadap bandar ND (14) tidak bisa dilakukan diversi. Karena kasusnya ND sebagai bandar narkoba.
 
"Tidak bisa diversi, kalau tadi kasusnya perkelahian dan kenakalan remaja, bisa dikesampingkan untuk tidak dilakukan pembinaan, namun karena ND (14) merupakan bandar narkoba, maka akan tetap dilakukan pembinaan," kata Kapolres Cimahi
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Video Editor: Wahyudi Utomo
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved