Bisnis di Tengah Pandemi Covid 19

Produksi APD, Perempuan Garut Ini Raih Omzet Rp 3 Juta Per Bulan

Ai bahkan mengucap syukur walau kondisi pandemi Covid-19 membumihanguskan kebanyakan industri, ia mampu bertahan.

Kompas.com
Ai Rodiah, Pengusaha Konfeksi asal Cikajang, Kabupaten Garut 

PANDEMI Covid-19 telah memukul beragam sektor industri, termasuk konfeksi. Banyak usaha kecil menengah (UKM) banting setir mencari peruntungan baru dengan membuat alat pelindung diri (APD) yang sedang tinggi pamornya saat ini.

Di Cikajang, Sentra Negla, Kabupaten Garut, seorang pemilik usaha konfeksi, Ai Rodiah, juga sempat mengalami masa sulit akibat pandemi virus korona ini. Perempuaan berusia kepala empat ini mengaku kehilangan omzet besar saat masa awal Covid-19 merebak di Jabar.

Beruntung masa sulit yang dilalui Ai tidak lama setelah ia mendapat tawaran dari pelanggan setianya untuk memproduksi APD baju hazardous material (hazmat) dan masker bagi tim medis.

Walau sempat tertatih memulai usaha barunya, ia berkomitmen tinggi untuk belajar dan tak mudah menyerah menghadapi kondisi pandemi Covid-19 yang menerjang bisnisnya. Sembari belajar, ia juga tak mengeluh dengan kondisi yang terjadi. Ia bahkan mengucap syukur walau kondisi pandemi Covid-19 membumihanguskan kebanyakan industri, ia mampu bertahan.

“Memang sih awalnya saya kaget mau bikin baju hazmat, takut juga kalau jahitnya nanti enggak benar, karena ini kan buat petugas medis, tapi alhamdulilah setelah dapat bimbingan dari rekan saya, saya bisa memproduksi baju hazmat sesuai ketentuan,” kata Ai, Rabu (13/5).

Harapan Ai kian nyata setelah perlahan usahanya mulai bangkit dan bertahan dalam kondisi sulit. Ketiga karyawannya juga bisa bersyukur bisa terlibat dalam pembuatan produksi baju hazmat sehingga masih ada pemasukan yang bisa digunakan untuk kebutuhan harian.

Dalam sebulan, Ai sudah bisa memproduksi lebih dari 700 potong baju hazmat dan juga 25 lusin masker. Ia pun mampu mencapai omzet Rp 2 juta sampai Rp 3 juta dalam sebulan.
Ai dan tiga karyawannya juga ikut senang karena dapat membantu para tenaga medis yang sedang berjuang di lini terdepan. Selain itu kredit usaha yang selama ini dijalani Ai melalui Bank BTPN Syariah juga lancar, lantaran usahanya saat ini masih mendulang profit. (kompas.com/kiki safitri)

Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved