KPBI Tasikmalaya Apresiasi Pengungkapan Kasus Uang Palsu Hampir Rp 3 Miliar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Tasikmalaya, Heru Saptaji, menyatakan rasa syukurnya atas pengungkapan kasus uang palsu hampir Rp 3 M

Tribun Jabar/Isep Heri
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya di Jalan Sutisna Senjaya, Kota Tasikmalaya, Selasa (20/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Tasikmalaya, Heru Saptaji, menyatakan rasa syukurnya atas pengungkapan kasus uang palsu hampir Rp 3 miliar.

Bagaimana tidak, kata Heru, jika uang palsu sebanyak itu beresar di Tasikmalaya maka setidaknya akan merusak tatanan perekonomian serta sosial di masyarakat.

"Kami bersyukur, sebelum beredar kasusnya keburu terungkap. Kami sangat mengapresiasi jajaran Polres Tasikmalaya," kata Heru yang ikut hadir saat rilis pengungkapan kasus uang palsu tersebut di Mapolres, Rabu (13/5/2020).

Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya, Temukan Senjata Modifikasi

Heru menjelaskan, uang palsu sebanyak 29.600 lembar pecahan Rp 100.000 itu diyakini palsu, setelah pihaknya melakukan uji materi. Hasilnya, tidak ada satu pun kriteria ciri uang asli yang terpenuhi.

"Bahan kertas sudah terlihat beda. Begitu pula dua security yang ada di kedua sisi uang lembar Rp 100.000 itu, tidak sesuai sama sekali. Belum lagi kriteria lainnya, sehingga kami meyakini itu uang palsu," kata Heru.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana, bersama Kepala KPBI Tasikmalaya, Heru Saptaji, merilis pengungkapan uang palsu senila hampir Rp 3 miliar, di Mapolres, Rabu (13/5/2020).
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana, bersama Kepala KPBI Tasikmalaya, Heru Saptaji, merilis pengungkapan uang palsu senila hampir Rp 3 miliar, di Mapolres, Rabu (13/5/2020). (tribunjabar/firman suryaman)

Sejak dirinya menjabat Kepala KPBI baru kali ini ada temuan uang palsu sebanyak itu. "Bisa dibayangkan bagaimana kalau berhasil diedarkan oleh para pelaku. Khawatir merusak tatanan ekonomi mikro," ujar Heru.

Apalagi saat ini sudah mendekati masa menjelang Idul Fitri dimana warga biasanya mulai bersikap konsumtif walau tengah wabah corona.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Operasi Ketupat Covid-19 Lodaya yang tengah berjaga di check point Cikunir, Singaparna, menghentikan mobil Kijang kapsul bernopol F 1763 AQ.

Pengungkapan Uang Palsu Hampir Rp 3 Miliar di Tasikmalaya, Para Tersangka Tak Sempat Edarkan Uang

Ketika petugas memeriksa kabin, secara mengejutkan menemukan uang pecahan Rp 100.000 di dalam dua tas ransel. Curiga itu uang palsu, petugas meminta bantuan pihak KPBI untuk memeriksa.

Dari hasil pemeriksaan petugas KPBI, ternyata uang yang telah dihitung mencapai 29.600 lembar itu adalah uang palsu. Petugas pun menangkap dua penumpang, MD warga Jakarta dan MS warga Cianjur.

Dari pengembangan penyelidikan, petugas kembali menangkap dua tersangka lainnya, NF warga Jakarta serta JU warga Tangerang. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved