VIDEO Tinggal di Ibukota Kabupaten Sukabumi, 3 Lansia Ini Huni Rutilahu, Ada yang Berusia 102 Tahun

Atmi (80), Yati (102) dan Ani (60), merupakan lansia di Kampung Badak Putih RT 04 RW 09, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Atmi (80), Yati (102) dan Ani (60), merupakan lansia di Kampung Badak Putih RT 04 RW 09, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Ketiga lansia tersebut merupakan satu keluarga yang telah ditinggalkan suaminya meninggal dunia.

Mereka tinggal di rumah di tanah milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, tepat tidak jauh dari pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten di Jalan Jajaway.

Ani mengaku, ia tinggal bersama Ibunya, Yati, bersama adik ibunya bernama Atmi, itu tinggal di rumah di atas tanah milik Pemda tersebut sudah 5 tahun.

"Udah lima tahun tinggal disini, sebelumnya tinggal di Panyairan," ujar Ani kepada Tribunjabar.id saat ditemui di rumahnya, Selasa (12/5/2020).

Ani, mengaku, dengan kondisi atap rumah bolong, setiap hujan pasti rumahnya selaku banjir.

Terlebih, ketika hujan terjadi malam hari, ia harus menunggu hujan reda, kemudian pel dan baru bisa tidur disertai was-was kembali diguyur hujan.

"Kalau hujannya malam, paling di pel dulu, baru tidur kalau udah kering," tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lanjut Ani, dirinya bersama ibu dan saudara ibunya bertahan dari hasil mengemis.

"Kalau makan ngandelin ngemis, Atmi yang suka ngemis, biasanya di pom bensin pasar, soalnya di pom bensin batusapi suka sepi, sama suka ada juga tetangga yang ngasih," lirih Ani.

Ani, mengaku, dirinya bersama keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah.

Namun, ia menyebut, baru-baru ini ada relawan yang datang membawa bantuan dan memperbaiki atap rumahnya yang bolong.

"Belum pernah dapat bantuan, di Pilkada juga gak kedata," ucapnya.

Relawan berdatangan memberikan bantuan

Sekelompok relawan yang tergabung dalam Relawan Palabuhanratu Bersatu Peduli Covid-19, mendatangi kediaman Ani membawa bantuan berupa sembako.

"Kemarin kita datang bawa sembako untuk tiga lansia ini, hari ini kita bawa asbes untuk memperbaiki atap rumahnya yang bolong," ujar Ketua Relawan Pabuhanratu Bersatu Peduli Covid-19, Andriyana.

Setelah relawan datang membantu, jadi Viral

Setalah Relawan Palabuhanratu membantu tiga lansia tersebut, tiga lansia itu menjadi viral di media sosial.

Setelah viral, unsur Pemerintahan Kelurahan, Kecamatan dan Muspika di Kecamatan Palabuhanratu langsung mendatangi kediaman tiga lansia tersebut.

Kepada Tribunjabar.id, Lurah Palabuhanratu Deni Zulfan mengatakan, tiga lansia itu sudah masuk ke Bantuan Provinsi (Banprov) tahap 2.

"Sudah masuk ke daftat banprov tahap 2," ujarnya singkat.

Mendapatkan Pelayan Kesehatan

Selain didatangi unsur Muspika Kecamatan Palabuhanratu, tiga lansia tersebut juga mendapatkan perawatan kesehatan dari UPTD Puskesmas Palabuhanratu.

Ketiga didatangi tim Puskesmas untuk diperiksa kesehatannya.

Dokter UPTD Puskesmas Palabuhanratu
dr. Kristiyawan Hendri mengatakan, ketiga lansia tersebut ada yang menderita tekanan darah tinggi, katarak, serta pikun dan tidak bisa berjalan karena faktor usia.

"Yang satu tekanan darah tinggi, kedua katarak. Yang tua karena faktor usia tidak bisa jalan karena dari sananya. Tekanan darahnya 180 dan 200," jelasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Penulis: M Rizal Jalaludin
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved