Teknis Tes Swab Massal di Kabupaten Cirebon Berbeda-beda, Sasar OTG, ODP, PDP dan Pemudik

Teknis tes swab massal di Kabupaten Cirebon berbeda-beda antara OTG dan ODP atau PDP.

tribuncirebon.com/ahmad imam baehaqi
Sejumlah petugas yang mengenakan APD lengkap saat melakukan uji swab di Labkesda Kabupaten Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (12/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon akan melaksanakan tes swab secara massal dalam waktu dekat.

Juru Bicara Pusat Data dan Informasi Covid-19 (Pusicov) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, mengatakan, teknis pelaksanaan tes swab massal berbeda-beda.

Hal itu, menurutnya, bergantung pada kategori orang yang akan dites dan risiko yang dimilikinya.

"Teknis tentunya berbeda, misalnya untuk orang tanpa gejala (OTG) akan dilakukan dua kali swab," ujar Nanang Ruhyana saat ditemui di Labkesda Kabupaten Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (12/5/2020).

Sebab, OTG termasuk segmen yang kontak erat dengan pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Ia mengatakan, uji swab terhadap OTG dilakukan pada hari pertama dan hari ke-14 masa karantina mandiri sesuai masa inkubasi virus corona.

Sementara untuk orang yang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP) tes swabnya dilaksanakan di hari pertama dan kedua masa karantina mandiri.

Selain itu, pasien yang telah dinyatakan positif akan dilakukan uji swab setiap lima hari sekali setelah dinyatakan terpapar virus corona.

"Tepatnya pada hari kelima dan ke-10 setelah yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19," kata Nanang Ruhyana.

Nanang menyampaikan khusus uji swab terhadap pemudik hanya dilakukan satu kali, yakni saat baru tiba di Kabupaten Cirebon.

Pasalnya, tes swab terhadap pemudik dilakukan untuk mengetahui apakah di dalam tubuhnya terdapat virus corona atau tidak.

Pihaknya memastikan akurasi tes swab massal yang akan dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) mencapai 100 persen.

"Tes swab ini akurasinya hampir 100 persen, jadi kalau hasilnya positif bisa langsung dilakukan penanganan lebih lanjut," ujar Nanang Ruhyana.

Bikin Bergidik, Viral Foto Bioskop yang Tak Beroperasi Berbulan-bulan Gara-gara Pandemi Corona

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved