Sabtu, 25 April 2026

melanjutkan perjalanan dengan naik ojek

Safarudin Batal Jalan Kaki dari Jakarta ke Tasikmalaya

Safarudin masih harus menempuh jarak 15 kilometer untuk tiba di kampungnya

Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Deni Ahmad Fajar

SAFARUDIN (45) berhasil pulang kampung dari Jakarta ke Kabupaten Tasikmalaya untuk menemui istri dan anaknya. Di Jakarta, Saparudin bekerja sebagai sopir boks pakaian. Kadang ia juga membawa mobil pribadi milik majikannya. Namun saat pandemi Covid-19, perusahaannya hampir gulung tikar. Ia pun putus menerima kenyataan, kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Saparudin berusaha bertahan beberapa pekan di Jakarta tanpa pekerjaan. Namun, karena tak ada pekerjaan dan rindu anak serta istri, Saparudin memilih pulang kampung.
Awalnya, Safarufin berniat jalan kaki dari Jakarta ke kampung halamnnya. Namun, di tengah perjalanan, ia ditawari naik mobil travel dengan ongkos Rp 400.000.

"Saya memang berniat berjalan kaki ke Tasikmalaya. Namun, baru beberapa kilometer berjalan kaki, ada mobil travel menawarkan saya untuk pulang, saya pun naik. Selama di mobil travel dari Jakarta ke Tasikmalaya hanya ada dua penumpang termasuk saya," kata Safarudin, Minggu (10/5).

Di dalam mobil travel, ia dan satu penumpang lain duduk berjauhan. "Duduk kami berjauhan, saya duduk sendiri di kursi tengah, satu penumpang lagi duduk di kursi paling belakang.” katanya.

Setelah tiba di Pasar Cinaem, Kabupaten Tasikmalaya, Saparudin melanjutkan perjalanan dengan naik ojek dengan ongkos Rp 100.000. Safarudin masih harus menempuh jarak 15 kilometer untuk tiba di kampungnya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pangandaran. Setiba di kampungnya, Safarudin diminta untuk mengisolasi diri di rumahnya selama 14 hari.

"Saya sekarang di rumah saja, tak kemana-mana. Saya dianjurkan oleh tenaga medis puskesmas untuk isolasi mandiri selama 14 hari," uajr Safarudin, siang kemarin.
Minggu (10/5).

Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap datang untuk mengambil sampel darah dan mengecek suhu tubuh Safarudin. Saat dicek, suhu tubuh Saparudin mencapai 38,4 derajat Celcius.

"Kami cek tiga kali, suhu tubuhnya 38,4 derajat Celcius. Makanya kami ambil sampel darahnya," kata salah seorang petugas yang datang ke rumah Safarudin, siang kemarin. Safrudin pun harus lebih lama menjalani karantina.***

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved