Jokowi Buka Transportasi, Kadishub Kota Tasik Minta Bus Tak Operasi, Kalau Maksa Paling Dapat Angin

Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) Kota Tasikmalaya, Aay Zaini Dahlan, tetap meminta bus antarkota tidak beroperasi.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
BUS milik PO Budiman hanya diparkir di pul di Tasikmalaya, Jumat (24/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Walau sudah ada lampu hijau dari Presiden Joko Widodo melalui Menhub soal angkutan umum kembali diizinkan beroperasi, Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) Kota Tasikmalaya, Aay Zaini Dahlan, tetap meminta bus antarkota tidak beroperasi.

"Dishub sejak tanggal 29 Maret sudah mengeluarkan larangan beroperasinya bus. Tapi setelah dan izin operasi kembali dari Menhub, ya silakan saja kalau mau jalan," kata Aay, Jumat (8/5)

Namun, lanjut Aay, pihaknya tetap mengimbau bus dan angkutan umum lain tidak beroperasi, karena kalau pun tetap memaksakan beroperasi, dipastikan penumpang sepi.

Jabar Masuk Zona Merah, Mendag Bantu Sarana Kesehatan untuk Pasar

"Kami tetap melarang. Kalau mau ada yang beroperasi, paling juga mengangkut angin," kata Aay berseloroh. Karena memang, katanya, tidak akan ada penumpang di tengah gencarnya penerapan PSBB se-Jabar.

Karenanya, daripada mengalami kerugian, sebaiknya tidak beroperasi dulu. Lihat dulu bagaimana perkembangan kebijakan pemerintah.

"Kendala lainnya adalah banyaknya check point yang harus dilalui. Jika diketahui membawa penumpang mudik, bisa dipstikan disuruh balik arah," kata Aay.

Di Kota Tasikmalaya sendiri ada tiga perusahaan otobus besar. Yakni PO Budiman, PO Primajasa dan PO Doa Ibu. Ketiga PO ini sebagian besar melayani route Tasikmalaya-Jabodetabek. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved