Akibat Covid-19, Ekonomi Jabar Melambat, Daya Beli Masyarakt Berkurang

Perekonomian Jawa Barat pada triwulan I 2020 tumbuh sebesar 2,73% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2019

Tribun Jabar/Siti Fatimah
Herawanto saat dikukuh menjadi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat di gedung kantor Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Jumat (7/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perekonomian Jawa Barat pada triwulan I 2020 tumbuh sebesar 2,73% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2019 yang mencapai 4,11% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2020 tersebut juga berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 2,97% (yoy).

"Tertahannya laju pertumbuhan, terjadi baik pada komponen pengeluaran maupun komponen lapangan usaha, kecuali sektor konstruksi yang terpantau stabil," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto melalui pesan elektronik, Rabu (6/5/2020).

Ini Penyebab Angka Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Jabar Sempat Melonjak Melampaui Jakarta

Ia mengatakan, perlambatan konsumsi RT terjadi seiring dengan penurunan pendapatan masyarakat sebagai dampak Covid-19 yang berujung PHK dan perumahan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi terdampak.

Investasi berupa Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh di bawah kemampuan normalnya, seiring dengan menurunnya investasi fisik berupa barang modal akibat ketidakpastian ekonomi yang tinggi, sehingga investor cenderung beralih pada instrumen investasi yang dianggap aman, khususnya emas.

Ekspor terkontraksi karena menurunnya volume perdagangan dunia akibat pelemahan permintaan global menyusul kebijakan social distancing dan travel warning untuk mencegah penyebarluasan Covid-19.

Sementara impor mengalami kontraksi lebih dalam seiring dengan perlambatan kinerja ekonomi China sebagai negara pemasok bahan baku industri terbesar di Jawa Barat.

Perlambatan kinerja industri pengolahan dipengaruhi oleh penurunan permintaan ekspor oleh negara mitra dagang searah dengan kondisi perekonomian global yang terkoreksi dalam pada triwulan I 2020. Hal ini juga dipengaruhi oleh menurunnya kinerja rantai pasok global akibat Covid-19.

Kinerja perdagangan juga tertekan karena penurunan daya beli masyarakat akibat penurunan pendapatan, di samping keterbatasan mobilitas masyarakat sebagai konsekuensi kebijakan penanganan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, kinerja konstruksi yang masih stabil seiring dengan berlanjutnya proyek-proyek infrastruktur di Jawa Barat pada awal tahun 2020, seperti Tol Cisumdawu dan Pelabuhan Patimban.

"Kami akan terus mencermati perkembangan dan prospek perekonomian Jawa Barat tahun 2020," katanya.

Menurutnya, potensi risiko perekonomian global akibat pandemi Covid-19 perlu segera diatasi, khususnya terkendalanya perdagangan luar negeri yang berimbas pada kinerja industri Jawa Barat.

"Selain itu, kami juga mencermati perlunya menjaga daya beli masyarakat dan harapan segera pulihnya aktivitas perdagangan untuk mendorong permintaan domestik di sepanjang tahun 2020," katanya. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved