Breaking News:

Dakwah Ramadan

Ramadan dan Pendidikan Kepekaan Sosial

GLOBALISASI dan kemajuan teknologi ibarat dua mata pedang. Pada satu sisi berdampak positif, tapi pada disi lainnya negatif.

istimewa/PWNU Jabar
H. Yudha Al-Farisi, S.H., M.Si. Wakil Sekretaris PW Persis Jabar 

H. Yudha Al-Farisi, S.H., M.Si.
Wakil Sekretaris PW Persis Jabar

GLOBALISASI dan kemajuan teknologi ibarat dua mata pedang. Pada satu sisi berdampak positif, tapi pada disi lainnya negatif. Salah satu sisi negatif yang kerap muncul adalah berkurangnya kepekaan manusia terhadap lingkungan sosial. Kebanyakan manusia kini terbelenggu oleh dunia lain. Manusia kehilangan rasa cintanya. Mereka tak lagi memiliki sifat menghargai sesama dan keinginan menyejahterakan orang lain, berganti sikap individualis dan materialis.

Dampak buruk lainnya adalah apa yang oleh Emile Durkheim, sosiolog Prancis, pencetus sosiologi modern, disebut sebagai anomie, yakni pengabaian terhadap norma, atau pudarnya pegangan terhadap norma-norma sehingga menimbulkan keadaan yang labil dan tanpa kaidah.

Lunturnya nilai-nilai moral, agama, dan kepekaan sosial terlihat dari maraknya kejahatan, mulai pencurian, perampokan, pencopetan, pemerasan, pemerkosaan, pembunuhan, hingga penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan. Tak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Melalui Ramadan, Allah menuntun hambanya untuk menjadi manusia yang bertakwa. Manusia yang memiliki pribadi yang berkualitas, yakni pribadi yang memiliki nilai-nilai positif, memiliki konsep diri yang baik dan kuat, serta selaras dan seimbang dalam aspek agama, sosial, dan intelektual.

Melalui Ramadan, manusia juga dilatih untuk memiliki kepekaan sosial (social sensitivity), yang membuatnya tidak hanya mampu menjalin hubungan dengan orang lain, tapi juga mampu bereaksi secara cepat dan tepat terhadap objek serta situasi sosial tertentu di sekitarnya.

Namun, kepekaan sosial tidak muncul dengan sendirinya dalam diri manusia. Secara teoretis kepekaan sosial bukan kemampuan yang dibawa sejak lahir, melainkan muncul dan berkembang melalui pengalaman yang dibentuk dengan tujuan tertentu. Ini pula yang berusaha dimunculkan melalui ibadah saum Ramadan.

Melalui saum Ramadan, kita berlatih menghilangkan ego sekaligus mengembangkan sifat empati. Kita juga melatih diri untuk selalu patuh terhadap aturan, baik ketika sedang diawasi maupun ketika tak ada yang mengawasi. Saat beribadah saum kita tidak akan makan dan minum di siang hari sekalipun tengah berada seorang diri, dan itu kita lakukan semata-mata sebagai bentuk kepatuhan kita terhadap aturan Allah Swt.

Dengan demikian, orang yang saum dengan benar (sesuai syariat) tak akan menjadi seorang anomie, yang mengabaikan norma, hukum, dan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, sangatlah benar kalau saum juga disebut sebagai perisai, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Saum itu perisai. Oleh karenanya, janganlah berbuat rafats dan jahl. Apabila seorang mengganggu atau menghina, cukup katakan kepadanya, ‘saya sedang shaum’ sebanyak dua kali.” (H.R. Bukhari: 1894)

Belum lagi amalan-amalan lain dari mulai bangun sahur sampai berbuka kemudian dilanjutkan dengan qiyam Ramadhan. Itu semua merupakan rangkaian pelatihan dan pembiasaan agar umat Islam menjadi manusia yang bertakwa sehingga dipastikan tinggi tingkat kepekaan sosialnya.

Mari lakukan semua amalan di bulan Ramadan ini dengan bersungguh-sungguh dan penuh dengan keikhlasan. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi seperti dikatakan Rasulullah Saw, “Malaikat Jibril mendatangiku kemudian berdoa, ‘barangsiapa yang menjumpai bulan Ramadan namun tidak memanfaatkannya sehingga tidak diampuni Allah, maka kelak dia akan masuk ke dalam neraka dan semoga Allah menjauhkan rahmat dari dirinya.’ Jibril pun berkata lebih lanjut, ‘ucapkanlah aamiin’ maka saya pun mengaamiinkan.” (H.R. Ibnu Hibban: 907)

Na’udzubillaah tsumma na’udzubillah. (*)

Penulis: Oktora Veriawan
Editor: Oktora Veriawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved