Breaking News:

Resensi Buku

Menopang Bisnis dengan Armaria Publica

tim penulis buku ini, juga menyebutkan sejumlah kesamaannya, terutama keduanya sama-sama pejabat umum dalam membuat akta autentik

Menopang Bisnis dengan Armaria Publica
istimewa
Notaris dan PPAT Suatu Pengantar

KALANGAN pebisnis, termasuk pembaca laman Tribun Jabar, kiranya asing tak asing dengan profesi notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Tak asing karena memang dunia usaha takkan mungkin melepaskan diri dari aktivitas keduanya. Asing karena boleh jadi, di antara kita banyak yang sering tertukar definisi keduanya. Seolah sama padahal beda.

Baiklah, sebelum menjelaskan beda keduanya, kita belajar dulu sejarahnya.

Notaris hadir di zaman Romawi Kuno, diperkirakan semasa Cicero, seorang tokoh besar kala itu, masih hidup.

Asal mulanya berasal dari kata notarius, yakni istilah saat itu kepada orang-orang yang menjalankan pekerjaannya menulis.

Jika berbentuk jamak, notarius berubah menjadi notarii yang artinya adalah mereka yang mengadakan pencatatan dengan tulisan cepat seperti stenograf.

Sekilas, ini mirip dengan asal kata jurnalis dari bahasa sama, yakni diurnarii yang artinya harian.

Lalu, apa bedanya? Bedanya, notarii tak menuliskan peristiwa keseharian, tetapi yang mereka tulis adalah yang terkait penafsiran undang-undang, yakni surat kontrak, wasiat, dan perbuatan-perbuatan lainnya.

Agar autentik, surat tersebut memperoleh register dari hakim setempat, kemudian dapat disimpan dalam arsip-arsip negara (armaria publica) sehingga kedudukannya menjadi surat-surat publik.

Notarii saat itu dalam perkembangannya bahkan sampai membuat perjanjian perkawinan dan perjanjian kemasyarakat lainnya.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved