Jumat, 10 April 2026

Mengenang Kepergian Sosok Didi Kempot, Dose Hudaya: Dikenal Baik, Santun, dan Profesional

Pencipta lagu Dose Hudaya (64) merasa kehilangan atas kepergian Didi Kempot, penyanyi populer yang meninggal dunia pagi tadi.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Seli Andina Miranti
TribunSolo.com/Adi Surya
Didi Kempot tampil memeriahkan Konser Kebangsaan Apresiasi Prestasi Pancasila 2019 di Concert Hall De Tjolomadoe, Karanganyar pada Senin (19/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pencipta lagu Dose Hudaya (64) merasa kehilangan atas kepergian Didi Kempot, penyanyi populer yang meninggal dunia pagi tadi.

Dia pertama kali mendengar kabar duka tersebut dari puterinya, Cynthia Ivana.

Semasa hidupnya, Dose Hudaya mengatakan, mendiang dalam kacamatanya sosok baik, santun, dan profesional.

"Pertama kenal di Bandung tahun 2013. Datang ke rumah saya dan langsung rekaman. Orangnya enggak pernah ribet," ujar Dose saat di wawancara Tribun, di Kota Bandung, Selasa (5/5/2020).

Dia bilang pernah bekerjasama dengan penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut asal surakarta tersebut antara lain pada lagu ciptaannya berjudul "Jodo Moal Kamana", daur ulang lagu Susis, Bola Salju, Cinta Seumur Bunga dan selebihnya lagu-lagu Didi Kempot.

"Mengalir begitu saja, karena ada kecocokan ya langsung jalan, rekaman beberapa lagu. Model video 'Jodo Moal Kamana' anak saya Cynthia Ivana. Lagu itu masuk album kompilasi bentang-bentang tiga," katanya.

Dengan alasan, dia bilang Didi Kempot berkeinginan supaya musik pop Sunda dan pop Jawa dapat bersinergi dalam satu aransemen yang ciamik.

"Pas proses pembuatan lagu, recording, hingga video klip happy saja, seru, dan enggak ribet," ujarnya.

Menurutnya, terakhir kali komunikasi dengan mendiang satu bulan terakhir. Untuk membicarakan rencana rekaman lagunya.

PSBB di Indramayu di Semua Kecamatan, Ini 6 Hal yang Harus Diketahui Warga

"Dia orangnya baik, enggak pernah ribet, dan enggak pernah nanya masalah honor. Tiap ditanya juga jawabnya sudah soal itu gampang. Siapkan lagunya saja, nanti saya nyanyi begitu kata almarhum," katanya.

Saat berkesan baginya adalah sewaktu "shooting" bersama. Ketika itu, terjadi hambatan. Semestinya rampung siang, tetapi baru selesai pada sore hari.

"Padahal beliau sudah menyiapkan tiket pulang. Karena besoknya ada acara di Jogja" ujarnya.

Tetapi mengejutkan, mendiang tak melakukan komplain atau meminta ganti rugi sama sekali. Pihaknya pun mengerti dan mencari tiket dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta.

"Karena enggak ada pesawat langsung dari bandung," katanya.

Petugas Blusukan di Pasar Palabuhanratu Sosialisasikan Aturan PSBB, Ini yang Boleh dan Tidak Boleh

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved