Breaking News:

Resensi Buku

Meneropong Kegaduhan Pembenaran Hukum

Ada sejumlah istilah teknis, buku ini tetap tersajikan secara populer, tetapi ilmiah. Siapapun, sekalipun bukan lulusan hukum, bisa mengakses

istimewa
Moral Pancasila, Hukum, dan Kekuasan 

Itulah sebabnya, ketika negara penjajajah kita itu sudah berhasil mengurangi signifikan penghuni penjaranya, kita malah terus mengalami daya tampung penjara selalu di atas 100 persen.

Paradoks ini terjadi antara lain karena Indonesia dianggapnya selalu memuliakan karya peradaban kolonial, yang disadari atau tidak, sejatinya telah melupakan karakter bangsa Indonesia yang terpatri dalam Pancasila secara permanen, terutama asas musyawarah dan mufakat.

Secara simultan, selepas era Perang Dingin, hukum asing juga terus masuk ke tanah air melalui berbagai kepentingan kapitalismenya.

Ini yang membuat kita jadi terjebak memaksakan "baju sempit" ke dalam sebuah budaya hukum yang tidak sesuai karakter masyarakat kita.

Mengutip pakar hukum global, Ugo Mattei, secara praktik hal tersebut malah menciptakan invasi hukum (legal imprealism) berikutnya di Tanah Air.

Karenanya, para ahli hukum eksisting, termasuk masyarakat para pencari keadilan, jadi lebih menyukai berkonflik (win-lose).

Alih-alih mencari karakter Moral Pancasila yang berusaha mencari titik temu (win-win), masyarakat Indonesia terjebak win-lose seraya meluluhlantakkan norma agama, kesusilaan, dan adab ketimuran bangsa ini.

Dalam konteks ini, buku ini memberikan diskursus pemikiran melalui teori Hukum Integratif (2016) yang dikembangkan Prof Romli Atmasasmita.

Teori ini mengombinasikan pemikiran begawan hukum sebelumnya di Indonesia, yakni Prof Mochtar Kusumaatmadja dari Unpad (1970) dengan Teori Hukum Pembangunan-nya serta Prof Satjipto Rahardjo dari Undip (2009) dengan Teori Hukum Progresif-nya.

Sebuah kontribusi literasi maha penting, ketika tatanan hukum negeri ini terus berkelindan dengan preferensi post truth sehingga kejernihan dan rasionalisasi bukan menjadi panglima dalam menuntaskan masalah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved