Breaking News:

Resensi Buku

Membayar Pajak di Musim Pagebluk

Tetap banyak orang Indonesia yang merasa lebih sreg datang langsung memberi sumbangsihnya.

istimewa
Buku Perpajakan KUP Berbasis Online 

PERNAH lihat situasi kantor pajak, di manapun di negeri ini, kalau mendekati 31 Maret dan 31 April sebelum terjadi pagebluk korona sekarang?

Jika pernah, kiranya jawaban akan sama: Penuh sesak di dalam, padat parkir di luar, antre panjang. Pokoknya crowded.

Kiranya ada hikmah di balik pandemi yang memaksa semua orang saat ini harus tinggal di rumah masing-masing sehingga situasi sesak di kantor pajak tadi, terutama pada dua tenggat pelaporan tersebut, tahun ini tak terlihat lagi.

Kewajiban WFH, work from home, di musim pagebluk ini pastinya memaksa orang terus tinggal di rumah seraya tak hindari kewajibannya.

Terutama terkait membayar pajak ke negara, baik untuk individu maupun korporasi, yang dimudahkan aneka layanan daring.

Memang, layanan daring perpajakan ini bukan mendadak eksis sekarang. Sudah beberapa tahun terakhir ada, tetapi utilisasinya masih rendah.

Tetap banyak orang Indonesia yang merasa lebih sreg datang langsung memberi sumbangsihnya.

Bahkan, menurut buku yang ditulis duo akuntan-dosen ini, upaya modernisasi perpajakan sudah dihadirkan sejak 2002 lalu.

Hal ini sebagai bentuk dukungan pada konsep dasar yang diberikan kepada masyarakat oleh negara.

Yakni konsep self assesment, alias negara beri kepercayaan penuh pada warga negara pembayar pajak untuk mendaftar, menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan SPT/surat pajak tahunan secara mandiri.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved