PSBB Jabar

Khawatir Tak Bisa Belanja Saat PSBB Jabar, Warga Nekat Serbu Pusat Perbelanjaan Borong Baju Lebaran

Khawatir tak bisa belanja saat PSBB Jabar, warga menyerbu sejumlah pusat perbelanjaan untuk memborong baju lebaran.

Ari Ruhiyat-Tribun Jabar
Ilustrasi Serbu Mal Jelang PSBB Jabar 

Laporan Jurnalis Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Aksi borong dilakukan warga di sejumlah daerah menjelang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat, yang mulai dilakukan Rabu (6/5/2020).

Di kawasan pertokoan di pusat Kota Garut, misalnya. Sejak pagi sudah dipadati warga. Masyarakat tak hanya memenuhi toko sembako tapi juga to-toko pakaian. Mereka khawatir, saat PSBB tak bisa berbelanja pakaian. Apalagi saat mendekati Idulfitri.

"Mumpung belum PSBB, belanja baju lebaran dulu buat anak. Takut pas PSBB enggak boleh keluar rumah," ujar Yanti (35), warga Garut Kota, Selasa (5/5).

Yanti yang datang bersama anaknya sengaja membeli pakaian dan sepatu untuk anaknya. Meski pusat kota dipadati warga, ia tak khawatir soal virus korona.

"Kan pakai masker. Terus pulang ke rumah nanti langsung cuci tangan," katanya.
Hal yang sama disampaikan Faris (28). Warga Banyuresmi itu datang ke kawasan Pengkolan untuk membeli baju untuk kedua anak dan istrinya. Ia juga ingin membeli baju untuk orang tuanya.

"Enggak nyangka pas ke sini ramai. Takut sih ada, tapi sudah nanggung jadi belanja saja," ucap Faris yang datang dengan anak dan istrinya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, saat PSBB diterapkan nanti, mereka akan melakukan tindakan tegas jika masih ada kerumunan massa. Sesuai aturan, selama PSBB hanya diperbolehkan maksimal lima orang untuk berkumpul.

"Jika lebih dari itu maka akan dibubarkan. Kendaraan juga sama. Mobil dan angkutan umum hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitasnya," ucap Helmi.

Aksi borong juga terjadi di Majalengka. Pasar tradisional Sindangkasih dipadati pembeli. Mereka memborong kebutuhan pokok menjelang PSBB hari ini.
Mamat Khidmat (45), seorang pedagang sayuran di Pasar Sindangkasih mengatakan para pembeli ketakutan bahwa PSBB membuat mereka tak bisa lagi ke pasar.

"Alhamdulilah ada peningkatan," ujarnya.

Hari-hari ini, kata Mamat, harga kebutuhan pokok cenderung menurun. "Cabai merah yang biasanya dijual Rp 140 ribu per kilo, kini hanya Rp 40 ribu per kilonya," ucapnya.

Tini (47) warga Kecamatan Majalengka mengatakan dirinya sengaja belanja untuk stok selama menghadapi bulan suci Ramadan.
"Karena besok kan ada anjuran dari pemerintah, penerapan PSBB jadi saya persiapan saja, menyetok sayuran dan sembako," jelas Tini. (*)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved