PSBB Berlaku di Semua Kecamatan di Kabupaten Ciamis, Rumah Pemudik Bakal Ditandai

Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyeluruh di 27 kecamatan di Ciamis mulai Rabu

istimewa
Bupati Ciamis memimpin rakor penetapan PSBB di oproom Setda Ciamis, Kamis (30/4/2020) malam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyeluruh di 27 kecamatan di Ciamis mulai Rabu (6/5/2020), rumah-rumah pemudik akan diberi tanda khusus.

Tanda khusus misalnya dengan semprot cat tersebut untuk memudahkan dilakukannya pengawasan dan pemantauan terhadap pemudik selama 14 hari diberlakukannya PSBB .

“Pemberian tanda di rumah para pemudik tersebut diharapkan akan memudahkan dan  pengawasan bersama (oleh warga),” ujar Wabup Ciamis Yana D Putra pada rakor persiapan pelaksanaan PSBB yang berlangsung di Aula RAA Kusumadiningrat Setda Ciamis, Senin (4/5/2020).

PSBB, kata Yana, merupakan upaya karantina kesehatan dengan melakukan pembatasan-pembatasan kegiatan tertentu untuk meminimalisir terjadinya penularan dan penyebaran virus Covid-19.

Regulasi PSBB Belum Diumumkan, Plt Bupati Indramayu Beri Bocoran Diskresi Sejumlah Kegiatan Warga

PSBB di Ciamis, katanya, dilakukan menyeluruh di 27 kecamatan  dengan pertimbangan Camis sudah kedatangan banyak pemudik yang jumlahnya per Minggu (3/5) sudah menembus angka 36.576 orang. Yang tersebar 27 kecamatan di 258 desa 7 kelurahan.

“Banyaknya pemudik di tiap kecamatan menjadi pertimbangan diberlakukannya PSBB secara menyeluruh di 27 kecamatan di Ciamis,” ujar Yana D Putra pada rakor yang dihadiri camat dari 27 kecamatan dan pengurus APDESI Ciamis Senin (4/5) tersebut.  

Dengan diberlakukannya PSBB menyeluruh di 27 kecamatan tersebut, menurut Yana, para camat dan jajarannya serta para kades dan jajarannya bisa melakukan pengawasan dan pemantauan para pemudik.

Dan bila rumah pemudik diberi tanda khsusus pengawasan dan pemantauan para pemudik  bisa dilakukan bersama warga dengan efektif.

Wali Kota Bandung Oded Minta Warga Ambil Hikmah dari Wabah Covid-19, Bisa Berbuka Bareng Keluarga

Pemudik di Ciamis diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, Dan tidak disatukan di tempat tertentu karena dikhawatirkan malah akan terjadi penularan lantaran waktu  dan daerah kedatangan pemudik yang berbeda-beda.  

Yana berharap pelaksanaan PSBB di Ciamis berjalan efektif bisa menekan trend penyebarn Covid-19. Yang tentunya pelaksanaan PSBB diatur dengan sanksi yang tegas.

“Dan yang paling penting adalah tingkat disiplin masyarakat. Bila masyarakat Ciamis disiplin, insyaallah pelaksanaan PSBB di Ciamis berjalan efektif,” ujarnya.

PSBB, kata Yana, merupakan pembatasan-pembatasan berbagai kegiatan seperti sekolah, kerja, fasilitas umum, pariwisata, kegiatan keagamaan, namun keramaian.

Sementara kegiatan ekonomi masih berjalan dengan meminimalisir kerumunan dan  berjalan sesuai protocol kesehatan.  Dengan menjaga jarak, pakai masker dan tentunya  mencuci tangan pakai sabun.

Pemkab Ciamis sampat saat ini menurut Wabup Yana menunda sementara bantuan dari provinsi karena adanya ketidaksesuaian data penerima dengan data yang diajukan. “Kami masih menunggu perbaikan data, agar masyarakat terakomodir kebutuhannya,” ujar Yana.

Ada Dokter Diancam Culik, Forkopkes Garut Minta Jaminan Keamanan Selama Penanganan Covid-19

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved