Physical Distancing Diterapkan di Kota Tasikmalaya, Angka Kehamilan Menurun Februari dan Maret

Angka ibu hamil di Kota Tasikmalaya menurun pasca diterapkannya kebijakan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

HUFFINGTON POST
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Angka ibu hamil di Kota Tasikmalaya menurun pasca diterapkannya kebijakan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Data yang dihimpun dari kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Minggu (3/5/2020), menyebutkan, angka ibu hamil dari bulan Januari 2020, Februari hingga Maret terus menurun.

Angka ibu hamil pada Januari tercatat sebanyak 1.111 orang.

Wali Kota Tasikmalaya: Warga Harus Mendukung PSBB, Kasihanilah Aparat, Mereka Sudah Lelah

Ketika wabah corona mulai merebak bulan Februari dan keluar kebijakan physical distancing jumlah ibu hamil menurun jadi 1.106 orang dan pada Maret tercatat menurun lagi menjadi 1.102 orang.

"Walau tidak signifikan tapi memang terjadi penurunan ibu hamil mulai dari Februari hingga Maret," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota, Yuyun Darmawan.

Yuyun menyebutkan, kehamilan tersebut terjadi tidak hanya pada ibu muda berusia 20 tahun tapi juga hingga usia 45 tahun masih ada yang hamil.

Hindari Kerumunan, SMK Negeri 1 Kota Tasikmalaya Umumkan Kelulusan Siswa Secara Online

"Ibu-ibu muda yang tengah hamil, rata-rata menikah pada pertengahan tahun 2019. Ada yang baru beberapa minggu, tapi juga ada yang sudah tujuh bulan," kata Yuyun

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, adanya penurunan angka kehamilan pada Februari dan Maret belum tentu karena kebijakan physical distancing.

"Pasalnya, kebijakan physical distancing tampaknya tidak akan mempengaruhi harmonisasi hubungan pasangan suami-istri," kata Uus. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved