Nadia Silva, jadi Dokter di Usia 18 Tahun, Terinspirasi dari Ibunya yang Seorang Bidan

Cantik, supel, pintar, dan menginspirasi. Itulah kata yang cocok menggambarkan Nadia Silva (20), seorang dokter muda

istimewa
Nadia Silva 1 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Cantik, supel, pintar, dan menginspirasi. Itulah kata yang cocok menggambarkan Nadia Silva (20), seorang dokter muda yang berasal dari Sukabumi.

Di balik profesinya yang cukup menantang ini, Nadia Silva juga begitu cerdas karena berhasil mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran di usianya yang masih 18 tahun.

Menjadi seorang dokter adalah impian bagi perempuan kelahiran 7 Maret 2000 ini, ia terinspirasi dari sang bunda yang merupakan seorang bidan.

"Kebetulan orang tua bekerja di bidang kesehatan, ibu mengharapkan anaknya juga terjun di dunia kesehatan dan bisa lebih. Aku dimotivasi dan diarahkan mau nggak jadi dokter dan setelah dijalani merasa terjiwai," ujar Nadia Silva saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2020).

Di Tengah Pandemi Corona, Buruh di Indramayu Tetap Demo untuk Peringati May Day

Nadia Silva 2
Nadia Silva 2 (istimewa)

Menjadi seorang dokter tentu tidaklah mudah, selain harus menempuh pendidikan yang cukup lama, dokter juga harus menghabiskan banyak waktu di rumahsakit dan bertemu dengan berbagai pasien.

Nadia mengatakan hadirnya virus corona saat ini membuat dirinya harus mempersiapkan diri.

Tak terbayangkan olehnya virus mematikan yang biasanya hanya ditemui di film, saat ini justru jadi kenyataan.

"Sebenarnya tanpa ada virus corona juga rumah sakit itu menjadi tempat dimana kita mudah terinfeksi dengan berbagai virus. Itu beban tanggung jawab dan kalau sudah jadi dokter kan sudah terikat sumpah, jadi harus dijalani," ujarnya.

Saat ini Nadia Silva juga sedang menjalani koas atau dokter muda di beberapa rumah sakit di Jawa Barat. Namun karena adanya virus corona, seluruh kegiatan koas pun harus dilakukan dari rumah, tidak ada yang di rumah sakit.

Ia menjelaskan peraturan ini menjadi kebijakan dari pusat dimana seluruh dokter muda tidak boleh terjun ke rumah sakit, dan semua dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing.

Keluarga Acuh, Warga Emosi dan Geruduk Kantor Kecamatan Pameungpeuk Pertanyakan Status Jenazah

"Alasannya karena ya bahan alat pelindung yang kurang, lebih baik diberikan oleh dokter senior yang lebih membutuhkan," ujarnya.

Untuk mengurangi penyebaran virus corona, Nadia bersama dokter muda yang lainnya tidak ke rumah sakit karea dikhawatirkan akan membawa virus.

Setelah menyelesaikan tugas koasnya, Nadia mengatakan akan menjadi dokter di daerahnya yaitu Sukabumi.

Ia berharap bisa berkembang menjadi dokter di kotanya sendiri, selain itu juga keluarganya berharap Nadia bisa menjadi dokter keluarga.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved