Buruh Minta Pemerintah segera Ganti Bantuan Kartu Prakerja Menjadi BLT, Ini Alasannya
ribuan buruh terdampak kebijakan dirumahkan maupun di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja
Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kian meluasnya penyebaran coronavirus desease (Covid-19) di tanah air, berbanding lurus dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjerit karena kehilangan penghasilannya.
Hal ini pula yang dialami oleh ribuan buruh yang terdampak kebijakan dirumahkan maupun di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Kondisi ini menuntut mereka untut tetap bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi dan teror wabah Covid-19.
Program kartu prakerja yang diharapkan menjadi solusi pun justru dianggap tidak lebih baik daripada program bantuan langsung tunai (BLT) yang akan langsung dirasakan manfaatnya.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) Jawa Barat, Roy Jinto mengatakan, pemberian bantuan melalui program kartu prakerja bukan merupakan solusi yang dibutuhkan masyarakat dan buruh di tengah masa pandemi Covid-19.
"Yang dibutuhkan buruh adalah bantuan langsung BLT, agar buruh bisa bertahan hidup dalam kondisi pandemi sekarang. Apalagi banyak buruh yang terkena PHK maupun dirumahkan, dengan upah yang dibayar tidak 100 persen. Bahkan ada yang tidak dibayar upahnya. Sehingga bantuan tunai sangat dibutuhkan oleh buruh dan bukan butuh progran pelatihan kerja seperti kartu prakerja," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Jumat (1/5/2020).
• Hardiknas 2020, Ini Jadwal Acara Program Belajar di Rumah TVRI, Sabtu 2 Mei, Ada Tayangan Spesial
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, Muhamad Sidarta.
Menurutnya, bantuan melalui program kartu prakerja selain tidak mampu memenuhi kebutuhan harian para buruh terdampak Covid-19, tetapi juga tidak menjamin buruh/pekerja langsung mendapatkan pekerjaan seperti yang diharapkan.
"Kondisi saat ini BLT lebih dibutuhkan untuk dapat tetap bertahan hidup, terlebih bagi pekerja yang di rumah kan dan di PHK dengan hak normatifnya tidak diberikan sesuai ketentuan. Hal ini juga pasti disepakati oleh para pekerja informal harian yang selama ini hanya mengandalkan penghasilan hariannya untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya," ujarnya saat dihubungi melalui telepon. Jumat (1/5/2020).
• Suami Zaskia Gotik Masih Dituntut Ini oleh Mantan Istrinya, Imel Putri Berharap Ini
Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah agar segera mengganti program bantuan Kartu Prakerja dengan BLT yang dianggap lebih realistis.
"Kami berharap pemerintah segera mengganti pemberian bantuan melalui Kartu Prakerja dengan BLT, dan tidak perlu lagi menunggu pembahasan birokrasi, karena kebutuhan hidup terus semakin meningkat dari hari ke harinya," ucapnya.
• Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Menjadi 30 Orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/buruh-kota-cimahi-may-day-aksi.jpg)