35.399 Pemudik Tiba dari Zona Merah, PSBB Pun di Seluruh Kecamatan di Ciamis, Panjalu jadi Perhatian

Pemkab Ciamis memutuskan bakal memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh kecamatan

istimewa
Bupati Ciamis memimpin rakor penetapan PSBB di oproom Setda Ciamis, Kamis (30/4/2020) malam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Pemkab Ciamis memutuskan bakal memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh kecamatan di Ciamis untuk memutus mata rantai dan memperkecil ruang gerak penyebaran Covid-19.

Keputusan tersebut disepakati pada rakor percepatan penanggulangan Covid-19 di Ciamis yang dipimpin Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM yang berlangsung di Ruang Oproom Setda Ciamis, Kamis (30/4/2020) malam. Rakor tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah (forkopimda), dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Ciamis.

Pemicu utama diberlakukannya PSBB di 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis, menurut Herdiat, adalah kepulangan pemudik dari daerah zona merah yang sampai Kamis (30/4/2020) jumlahnya sudah mencapai 35.399 orang.

Sebanyak 35.399 pemudik yang sudah pulang kampung ke Ciamis tersebut tersebar di 258 desa dan 7 kelurahan di 27 kecamatan di Ciamis. Total pemudik yang mencapai 35.399 orang tersebut setara dengan jumlah penduduk satu kecamatan.

Balita 4 Tahun di Kota Sukabumi positif Covid-19, Orang Tuanya Terpapar Lebih Dulu

“Pemudik yang jumlahnya sudah mencapai angka 35.399 orang tersebut tersebar di 27 kecamatan. Itulah yang menjadi pertimbangan diberlakukannya PSBB secara menyeluruh di setiap kecamatan di Ciamis,” kata Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya.

Dari 27 kecamatan yang akan diberlakukan PSBB, menurut Herdiat, ada  empat kecamatan yang menjadi perhatian utama karena jumlah pemudiknya cukup tinggi. Yakni Kecamatan Panjalu, Panumbangan,  Cipaku  dan Banjarsari.

Aturan teknis pelaksanaan PSBB di 27 kecamatan di Ciamis tersebut akan diatur secara jelas dalam peraturan bupati (Perbup). Dan Perbup tersebut diterbitkan setelah ada kepastian persetujuan dari Kemenkes RI tentang ajuan PSBB Serentak Tingkat Provinsi Jabar.

Herdiat meminta masing-masing SKPD untuk segera  merealisasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 sesuai aturan yang berlaku termasuk kalau harus melalui mekanisme lelang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, dr H Yoyo M Kes mengingatkan bagi para pemudik yang memaksakan diri pulang ke Ciamis akan diberlakukan isolasi mandiri  di rumah dengan pengawasan oleh relawan dan warga setempat.  

PSBB Kota Tasikmalaya Hanya di 3 Kecamatan, Tinggal Persetujuan Gubernur dan Menkes

Karantina bagi pemudik tidak dipusatkan di satu tempat baik di tingkat desa maupun tingkat kecamatan, menurut dr Yoyo kalau dipusatkan di satu tempat malah dikhawatirkan akan meningkatkan penyebaran Covid-19 lantaran para pemudik datang dalam waktu yang berbeda dari daerah yang berbeda. Makanya yang dilakukan adalah isolasi mandiri bagi pemudik di rumah masing-masing tetapi dengan pengawasan baik oleh warga dan relawan.

Sedangkan Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra pada rakor tersebut mengingatkan kembali tentang kerumunan warga yang selalu terjadi saat ngabuburit. “Keramaian yang terjadi setiap sore selama bulan puasa sudah menjadi perhatian dari jajaran polres dan Satpol PP untuk mengimbau warga untuk tidak berkerumun saat ngabuburit,” kata Kapolres AKBP Dony Eka Putra.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved