Setelah PSBB di Bodebek dan Bandung Raya, Jumlah Positif Covid-19 Masih Nambah, Terutama Cimahi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat masih terus terjadi
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat masih terus terjadi secara stabil, termasuk di kawasan yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Hal tersebut dikatakannya saat menggelar rapat koordinasi terkait persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi bersama para bupati dan wali kota via teleconference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/2020).
Dalam rakor tersebut, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, pun memaparkan hasil evaluasi PSBB di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi) serta Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang).
• PDP Covid-19 yang Meninggal di Indramayu Tambah 2 Orang, Total Sudah 27 Orang
PSBB Bodebek berlangsung dari 15 - 29 April 2020 dan akan diperpanjang hingga dua minggu ke depan. Sementara PSBB Bandung Raya berlangsung mulai 22 April-6 Mei 2020.
Hasil evaluasi PSBB di kedua zona itu pun bisa terlihat dari angka pertumbuhan kasus positif Covid-19 yang cenderung masih bertambah dan mobilitas sosial masyarakat yang masih terus terjadi
“Sejak diberlakukannya PSBB rasio pertumbuhan kasus (positif Covid-19) ternyata menjadi lebih stabil. Tapi kalau dirata-rata, kita harus berpikir positif dan semangat, bahwa kasus penambahannya tidak ekstrem tapi cenderung stabil di 40-an kasus per hari,” kata Kang Emil.
Di lima daerah Bodebek, kata Kang Emil, juga terjadi penurunan kasus positif Covid-19 setelah satu minggu diterapkannya PSBB. Hal yang sama juga terjadi di Bandung Raya, kecuali Kota Cimahi yang mengalami peningkatan kasus setelah diterapkannya PSBB.
• Siang Bolong di Bulan Ramadan Jual Miras, Warung dan Penjualnya Digerebek Polisi di Indramayu
Kang Emil juga mengatakan angka pasien positif Covid-19 yang sembuh di Jabar meningkat.
“Alhamdulillah kesembuhan setelah PSBB ini yang tadinya kalah kecepatannya oleh yang meninggal, sekarang persentase kecepatan yang sembuh sudah lebih tinggi dari yang meninggal dunia,” ucapnya.
"Kesimpulannya, PSBB ini karena kedisiplinan berhasil menurunkan potensi infeksi, bisa menurunkan potensi replikasi karena orang-orang tidak berkeliaran, tidak berkerumun dengan ketegasan PSBB,” tuturnya.
Sementara dari sisi mobilitas sosial masyarakat, PSBB tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi lalu lintas kendaraan.
• Meski Ada 35 Kasus Positif Covid-19, Beberapa Jalan Protokol di Kota Sukabumi masih Ramai
Di wilayah yang menerapkan PSBB, seperti kondisi lalu lintas di lima kabupaten/kota Bodebek cenderung sama dan terdapat peningkatan 9,6% menjelang awal Ramadan.
Sementara di Bandung Raya, sejak diberlakukannya PSBB kondisi lalu lintas di lima kabupaten/kota cenderung menurun sebesar 9,6%.
“Jadi, artinya kalau dari sisi lalu lintas sama-sama saja (sebelum dan setelah PSBB). Tapi dari penurunan kasus (positif Covid-19), alhamdulillah lebih menggembirakan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-tinjau-psbb-kota-bogor.jpg)