Pedagang di Sembilan Pasar Tradisional di Kabupaten Cirebon Tak Akan Dipungut Retribusi

Menurut dia, Pemkab Cirebon sendiri mempunyai sembilan pasar tradisional yang tersebar di sejumlah wilayah.

TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Kondisi arus lalu lintas di perempatan Pasar Sumber, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemkab Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon membebaskan retribusi pedagang pasar tradisional.

Menurut Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Deni Agustin, pembebasan retribusi pedagang itu berlaku di pasar tradisional milik Pemkab Cirebon.

"Kebijakan ini berlaku di semua pasar daerah Kabupaten Cirebon," ujar Deni Agustin saat ditemui di Disperdagin Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (29/4/2020).

Menurut dia, Pemkab Cirebon sendiri mempunyai sembilan pasar tradisional yang tersebar di sejumlah wilayah.

Di antaranya, Pasar Sumber, Pasar Palimanan, Pasar Jamblang, Pasar Pasalaran, Pasar Batik Trusmi, Pasar Kue Weru, Pasar Cipejeuh, Pasar Babakan dan Pasar Ciledug

Ia mengatakan, retribusi pedagang pasar tradisional dibebaskan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 17 Tahun 2020.

Melalui Perbup itu Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, membebaskan sementara retribusi harian pedagang pasar yang terdampak Covid-19.

"Pembebasan retribusi ini sifatnya sementara dan berlaku mulai 17 April - 29 Mei 2020," kata Deni Agustin.

Pembebasan retribusi itu diberlakukan agar para pedagang di pasar tradisional se-Kabupaten Cirebon bisa terus berjualan.

Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19 mereka menjadi kalangan yang turut terdampak dan omzet penjualannya menurun.(*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved