Omzet Turun 40 Persen Akibat Wabah Covid-19, Penjual Aksesori HP Ini Berjualan Manfaatkan Teknologi

Dengan pengalamannya itu, Rohana mencari solusi untuk mendukung usahanya agar bisa bertahan.

ISTIMEWA

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi yang paling terdampak wabah pandemi corona di Tanah Air. Tak terkecuali bagi pelaku UMKM di Kota Bandung.

Rohana (38), merupakan satu dari 116 juta orang penggiat UMKM di Indonesia yang turut merasakan pandemi Covid-19. Rohana adalah pemilik konter aksesori handphone H&G Cell yang terletak di kawasan Kiaracondong, Bandung.

Rohana telah menjadi penggiat UMKM sejak 2008. Dia telah menjajal tidak kurang dari sembilan bidang usaha, mulai dari toko sembako, depot isi ulang air, furnitur bekas, hingga toko aksesori
handphone yang sekarang ini sedang digelutinya.

Kini, omzet harian konter milik Rohana menurun hingga 40 persen dibanding hari biasanya. “Walaupun mungkin tidak separah teman-teman di Jakarta atau kota besar lainnya,
toko jadi relatif lebih sepi setelah wabah corona ini. Saya khawatir kalau kondisi ini berjalan lebih lama dan pembeli makin sedikit, usaha bisa babak belur, " katanya melalui pesan elektronik, Selasa (28/4/2020) .

Selama lebih dari 12 tahun merintis dan menjalankan usaha, Rohana telah banyak merasakan asam garam dalam berjualan. Ketika awal membangun usaha, misalnya, dia kerap kehabisan modal, barang yang dijual tidak laku, bahkan pernah sekali uang dagangan tokonya dibawa lari oleh karyawan.

Dengan pengalamannya itu, Rohana mencari solusi untuk mendukung usahanya agar bisa bertahan. Satu di antara langkah awal, ia membenahi pembukuan keuangan usahanya.

Memanfaatkan dukungan teknologi Youtap Indonesia, ia membenahi sistem pengelolaan toko dengan bantuan pembukuan digital. Langkah kedua, ia melihat dengan adanya pandemi ini orang akan mengurangi aktivitas tatap langsung termasuk dalam pembelian dengan lebih memanfaatkan nontunai.

"Jadi saya meningkatkan kenyamanan konsumen dalam berbelanja lewat fitur penerimaan pembayaran nontunai Youtap Indonesia. Dengan cara-cara ini saya lebih siap dalam menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19, " katanya.

Menurutnya, di saat seperti ini, teknologi sangat membantu. Ia sendiri menggunakan teknologi Youtap Indonesia semenjak ia menyadari bahwa ia harus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan. Ia merasakan bahwa kebutuhan pelanggan untuk bisa merasa aman dan nyaman berbelanja di toko miliknya harus bisa ia fasilitasi tanpa terkecuali. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved