Cegah Tindak Kejahatan, Minimarket Diimbau Tutup Pukul 20:00

Nana meminta pengusaha membatasi operasional gerai hingga maksimal pukul 20.00 WIB selama PSBB.

Editor: Ravianto
Pixabay
Ilustrasi minimarket. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Selama PSBB atau pembatasan Sosial Berskala Besar, minimarket hanya diijinkan beroperasi mulai pukul 10:00 sampai pukul 20:00.

Selain untuk membatasi pergerakan warga, juga untuk menghindari terjadinya tindak kejahatan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana mengimbau para pengusaha bidang retail atau minimarket untuk tidak membuka gerai 24 jam non stop.

Nana meminta pengusaha membatasi operasional gerai hingga maksimal pukul 20.00 WIB selama PSBB.

"Cukup sampai pukul 20.00 WIB, jadi tidak sampai pagi, ini kami mengimbau," kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2020).

Tak hanya itu, Nana juga mengimbau pengusaha minimarket untuk memasang closed-circuit televison (CCTV) di unit usahanya. Sebaliknya, gerai harus dijaga dengan petugas keamanan.

"Di samping itu juga untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang terdekat, bisa polsek atau polres," ujarnya.

Polda Metro Jaya mencatat adanya peningkatan tindakan kejahatan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Dari catatannya, persentase peningkatan kejahatan sebesar 10 persen.

"Hasil analisa dan evaluasi sekitar 10 persen peningkatan kasus kriminalitas terjadi jika dibandingkan satu bulan ke belakang antara Maret-April," kata Nana.

Dia mengatakan, kasus kejahatan yang paling banyak terjadi adalah kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, begal motor, bobol minimarket dan penyalahgunaan narkotika.

Kendati demikian, Nana memastikan, ibu kota tetap dalam kondisi yang aman. Ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait hal tersebut.

"Hasil analisa evaluasi Polda Metro secara keseluruhan kasus kriminalitas pasca dimulainya PSBB jadi secara umum situasi di wilayah hukum Polda Metro relatif kondusif, artinya bahwa secara umum kondusif tetapi ada beberapa kejadian-kejadian yang memang dari awal kami prediksi," ujar Nana.

Di sisi lain, pihaknya juga akan menerjunkan personel untuk mencegah terjadinya tingkat kejahatan atau kriminalitas di Jakarta.

Dia mengatakan, pihak kepolisian telah membentuk tim begal dan anti preman untuk melawan meningkatnya aksi kriminalitas.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved