Merasa Suhu Udara Panas? BMKG Jelaskan Tiga Faktor Pemicu dan Potensi Tumbuhnya Badai Tropis

BMKG menjelaskan suhu permukaan laut di perairan Indonesia masih cenderung terus hangat di sisa bulan April dan juga bulan Mei mendatang.

Pixabay
suhu panas 

TRIBUNJABAR.ID - Apakah Anda belakangan ini merasa suhu udara semakin panas dan membuat gerah?

BMKG menjelaskan suhu permukaan laut di perairan Indonesia masih cenderung terus hangat di sisa bulan April dan juga bulan Mei mendatang.

Musim kemarau di Indonesia tahun ini diprediksi mulai April dan Mei.

Disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, dikutip dari Kompas.com, pada bulan April hingga Mei ini suhu permukaan laut di wilayah Indonesia terpantau masih cenderung hangat.

Suhu permukaan laut akan berangsur lebih hangat lagi di perairan di wilayah antara Samudera Indonesia dan perairan utara Australia.

Oleh sebab itu, berpotensi terjadi tumbuhnya badai tropis.

"Hal ini menandakan dinamika suhu permukaan laut di perairan ini masih berpotensi dan sesuai untuk tumbuhnya badai tropis," kata Herizal dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan catatan Pusat Peringatan Badai Tropis Jakarta (Jakarta Tropical Cyclone Warning Center) di BMKG, terdapat peluang secara statistik terjadinya badai tropis.

Pada bulan April, peluang terjadinya badai tropis di perairan selatan Indonesia mencapai 11 persen, dan akan menurun menjadi 3 persen di bulan Mei.

BMKG juga mencatat terdapat pola musiman atas jumlah badai tropis yang tumbuh di perairan sekitar Indonesia.

Shutterstock via Kompas.com
Shutterstock via Kompas.com ()

Diantaranya pada periode bulan Desember hingga April umumnya badai tropis terjadi di perairan selatan Indonesia.

Sedangkan pada periode bulan Juli hingga November, umumnya terjadi di perairan sebelah utara wilayah Indonesia.

"Menghangatnya lautan dapat memicu badai lebih mudah untuk tumbuh atau dapat menjadi sumber kekuatan badai sehingga lebih destruktif," jelas dia.

Akibat pemanasan lautan dan kaitannya dengan peningkatan kekuatan badai tropis di semua wilayah Samudera ini telah dikaji dalam banyak artikel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved