Berbahaya, Yuk Hentikan Kebiasaan Makan Nasi Sisa Kemarin, Ini Penjelasannya

Ternyata kebiasaan memakan nasi kemarin tersebut merupakan kebiasaan buruk dan berbahaya bagi kesehatan.

Youtube Pufflova
nasi gurih tomat Pufflova 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa orang Indonesia biasa memasak ulang nasi yang tak habis disantap setelah sehari berlalu.

Biasanya, rasanya sayang kalau nasi sisa kemarin itu dibuang, apalagi kalau jumlahnya masih banyak.

Padahal, ternyata kebiasaan memakan nasi kemarin tersebut merupakan kebiasaan buruk dan berbahaya bagi kesehatan.

Dilansir Intisari.grid.id, dari   independent.co.uk, National Health Service (NHS), sebuah layanan kesehatan publik di Inggris, Wales, dan Skotlandia, kita bisa mengalami keracunan makanan jika makan nasi sisa kemarin.

Meski nasi tersebut sudah kita panaskan ulang.

 Namun masalahnya kita bisa keracunan makanan bukan karena nasi telah dipanaskan ulang atau tidak.

Shalat Tarawih Tercepat di Dunia Ada di Indramayu, Satu Rakaat Hanya Butuh Waktu 15,6 Detik

Tapi bagaimana cara nasi disimpan setelah dimasak untuk pertama kalinya.

Seperti diketahui, beras sering mengandung spora Bacillus cereus, sel yang mampu bereproduksi dengan cepat dan bisa merubah menjadi untai bakteri.

Jika nasi dibiarkan berada pada suhu kamar setelah dimasak, spora bisa tumbuh menjadi bakteri, yang pada akhirnya akan berlipat ganda.

Inilah yang bisa menyebabkan kita mengalami keracunan atau muntah dan diare.

Jadi, sangat penting untuk kita tahu bagaimana cara menyimpan nasi dengan cara yang benar dan bisa memanaskannya kembali nanti.

Ini Imbauan WHO untuk Kegiatan Puasa saat Pandemi Covid-19

Lalu bagaimana cara kita menghindari keracunan makanan?

NHS merekomendasikan untuk segera sajikan nasi setelah dimasak. Lalu dinginkan sisa nasi secepat mungkin (idealnya satu jam).

Setelah itu, simpanlah nasi di kulkas (tapi tidak lebih dari satu hari) sebelum dipanaskan ulang.

Terakhir, jangan pernah mencoba memanaskan nasi sisa lebih dari satu kali.

Jokowi Minta Bantuan AS untuk Pengadaan Ventilator, Pemasangan 1 Ventilator Seharga Rp 1 Miliar

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved