Virus Corona di Jabar
Hari Ini Pasien Positif Corona di Kabupaten Sukabumi Bertambah 1 Orang
Kabar mengejutkan datang dari data pasien positif virus corona, terdapat penambahan pasien positif corona di Kabupaten Sukabumi.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ravianto
Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Di hari pertama puasa bulan Ramadan, seperti hari sebelumnya Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikokami) kembali merilis update data virus corona di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020).
Kabar mengejutkan datang dari data pasien positif virus corona, terdapat penambahan pasien positif corona di Kabupaten Sukabumi.
Dalam rilis yang diterima Tribunajbar.id, Anggota Pusikokami Herdy Somantri mengumumkan, jumlah pasien positif bertambah satu orang.
Dengan penambahan satu orang tersebut, jumlah pasien positif corona di Kabupaten Sukabumi jadi 6 orang, 2 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh dan masih dalam proses isolasi mandiri di rumah, menyisakan 4 orang masih aktif dalam penanganan tim medis di Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 3.763 orang, 510 masih dalam pemantauan dan 3.253 telah dinyatakan selesai pemantauan.
Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 108 orang, 68 selesai pengawasan, 35 orang dalam pengawasan dan 5 orang meninggal dunia.
Dari data yang diterima Tribunjabar.id, Kamis (23/4/2020) kembali terjadi PDP corona asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia. Herdy mengataka, PDP tersebut meninggal di rumah sakit Cibinong, Bogor.
"Yang bersangkutan meninggal dunia di RS Cibinong Bogor, setelah sebelumnya dirujuk oleh RS Bhakti Medicare Cicurug dan dinyatakan PDP Covid-19 berdasarkan hasil rapid test positif," ujar Bima yang juga Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DKIP) Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/4/2020).
Bima juga mengatakan, saat ini keluarga korban menjalankan isolasi mandiri dan akan dilakukan rapid test.
"Situasi kondisi pelaksanaan pemakaman aman terkendali, selanjutnya keluarga mulai saat ini dilakukan isolasi mandiri untuk selanjutnya akan dilakukan rapid test," terangnya.*