Bus Berpenumpang dari Kota Bandung Tujuan Jabodetabek Harus Putar Balik, Dishub Masih Cari Solusi

Kini untuk armada bus dari Terminal Leuwipanjang menuju terminal di wilayah Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi terpaksa harus kembali ke Bandung

ISTIMEWA
ILUSTRASI: PETUGAS Dinas Kesehatan Kota Bandung memeriksa penumpang yang tiba di Terminal Leuwipanjang, Kamis (23/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekertaris Dinas Perhubungan Kota Bandung, Agung Purnomo mengatakan, teknis pelaksanaan dari penerapan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 di wilayah Bandung Raya, tengah dalam kajian pembahasan bersama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat, untuk selanjutnya ditetapkan melalui peraturan Gubernur Jawa Barat.

Agung menuturkan, dampak dari penerapan Pemernhub 25/2020, membuat bus  dan armada lainnya dari dan menuju wilayah perbatasan yang memberlakuan PSBB, terpaksa memutar kembali ke wilayah asalnya masing-masing.

"Misalnya bus dari Jakarta ataupun dari Bandung dengan tujuan wilayah perbatasan, teknisnya pelaksanaan secepatnya akan disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujarnya melalui sambungan telepon. Jumat (24/4/2020).

Pemudik Masuk Ciamis Melonjak Lagi, Sudah Mencapai Angka 31.296

Menurutnya, kini untuk armada bus dari Terminal Leuwi Panjang menuju sejumlah terminal di wilayah Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi terpaksa harus kembali ke Bandung, karena adanya pemberlakuan penyekatan di pintu tol wilayah perbatasan oleh petugas gabungan setempat, sebelum sampai di kota tujuan.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya saat ini dihadapkan pada kendala untuk melayani keberangkatan para penumpang dari Bandung menuju daerah-daerah tersebut.

"Sebagai solusi, kami akan segera membuat surat kepada para stakeholder dan pengelola dari perusahaan otobus dan meminta mereka agar dapat menyikapi kondisi yang ada saat ini,
sambil kami pun akan meminta bantuan Gubernur Jawa Barat untuk dapat berkordinasi dengan DKI Jakarta untuk langkah selanjutnya," ucapnya

Agung menambahkan, apabila upaya koordinasi kepala daerah tidak menemui titik temu atau tidak memungkinkan, maka pihaknya akan meminta para pengelola PO Bus untuk sementara waktu tidak melayani pemberangkatan menuju wilayah Jabodetabek.

"Jadi kami akan memberikan kelonggaran bagi mereka, agar wajib angkutnya tidak perlu dilakukan, karena kami pun memahami kondisi para pengusaha, yang sebetulnya ingin melayani penumpang untuk sampai ke kota tujuan, akan tetapi terkendala oleh aturan adanya larangan ini," ujar Agung.

Bandung Masih Terbuka

Disingung mengenai kondisi kedatangan bus menuju Terminal Leuwi Panjang, hingga saat ini pihaknya tetap membuka layanan tersebut.

Namun tetap harus melalui Rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan di pos pemeriksaan, bagi setiap penumpang maupun awak bus yang datang dari wilayah zona merah.

"Jadi yang dibatasi itu dari kita menuju tempat tujuan, kalau dari tempat tujuan menuju Bandung masih kami layani. Termasuk juga untuk di Terminal Cicaheum sejauh ini tidak ada kendala, baik keberangkatan maupun kedatangan menuju wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur, kecuali kalau ada kendala juga, kami akan sikapi langkah selanjutnya" katanya. (Cipta Permana)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved