Dampak Covid-19, Industri Tambang di KBB Merosot, Para Karyawan Terpaksa Dirumahkan

Selama Covid-19 mewabah, semua pengusaha tambang di kawasan tersebut terpaksa harus merumahkan sekitar 100 orang karyawan.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIPATAT - Pandemi virus corona (Covid-19) ternyata berdampak pada industri tambang yang berada di kawasan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal tersebut lantaran penutupan distribusi hasil tambang dari KBB ke luar daerah seperti Jakarta, Banten, Depok, dan daerah lainnya dihentikan terutama saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketua Himpunan Pengusaha Pekerja Masyarakat Tambang (HP2MT) KBB, Taofik E Sutarman, mengatakan selama Covid-19 mewabah, semua pengusaha tambang di kawasan tersebut terpaksa harus merumahkan sekitar 100 orang karyawan.

"Karena yang terkena dampak ini dari mulai industri pengolahan tambang sampai industri bahan baku. Untuk di wilayah Jabodetabek banyak yang tutup, jadi dari sini gak bisa support," ujarnya saat ditemui di Gunung Masigit, Rabu (22/4/2020).

Ia mengatakan, di daerah Gunung Masigit terdapat 34 perusahaan tambang dengan total karyawan sekitar 5000 orang. Namun, untuk yang dirumahkan dipastikan mendapatkan haknya sebagai pekerja.

"Untuk hak-haknya kita tetap berikan, karena mereka juga sudah terdampak Covid-19. Kita tetap bantu mereka termasuk diberikan sembako," katanya.

Menurutnya, kondisi keterpurukan pengusaha tambang ini diperparah dengan adanya PSBB karena sebelum ada kebijakan tersebut, kondisi industri pertambangan sudah mulai terpuruk.

Banyak Pelanggar Sepekant PSBB di Bekasi, Wali Kota Minta Tindak Tegas

"Apalagi saat ini, pasti lebih parah, tapi kami akan tetap berjalan hanya saja kapasitasnya diturunin, misalnya karyawan bisa di rolling yang asalnya satu sif jadi dua sif," katanya.

Bahkan, pihaknya mengaku dampak Covid-19 pada tahun 2020 ini lebih parah ketimbang dampak yang ditimbulkan dari krisis moneter pada tahun 1997-1998 silam.

"Ketika itu pasar lokal masih kita bisa oper ke ekspor, sehingga pasar ekspornya naik. Tapi kalau sekarang ke pasar lokal juga bermasalah dan ekspor sudah gak bisa. Jadi ini lebih parah," ucap Taofik.

Kendati demikian, pihaknya masih memikirkan nasib karyawan yang dirumahkan dan warga sekitar industri tambang yang terdampak Covid-19 dengan memberikan sejumlah paket sembako.

"Covid-19 sangat berdampak pada masyarakat sekitar karena penghasilannya terganggu. Kita bagikan 1000 paket sembako," katanya.

Banyak Pelanggar Sepekant PSBB di Bekasi, Wali Kota Minta Tindak Tegas

Pembagian sembako ini setidaknya bisa meringankan beban mereka sehari-hari dan diharapkan bisa terus berkelanjutan, terutama untuk para karyawan yang sudah di rumahkan.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved