Anggota DPRD Kuningan Paksa Perempuan Kenakan Pakaian Malam-malam di Jalanan
Sri yang juga sebagai aktivis sosial di Kuningan ini terus bersikukuh mengenakan pakaian kepada ODGJ tersebut walau sempat dipukul.
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Seorang anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari, berinisiatif memasangkan pakaian kepada perempuan yang pada tengah tidak berpakaian. Bahkan, dia memaksanya.
Perempuan tidak mengenakan pakaian ternyata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Tindakan seperti ini sudah biasa saya lakukan. Apalagi ini perempuan tengah malam tanpa berbusana mengkhawatirkan keselamatannya,” ungkap Sri kepada wartawan seusai mengenakan pakaian terhadap ODGJ, Rabu (22/04/2020).
Sri menceritakan, awalnya ada warga yang memberitahu kalau ada perempuan tanpa busana mondar-mandir di sepanjangan jalan yang tak jauh dari rumahnya. “Ketika warga kasih kabar demikian, saya ambil pakaian bekas tapi layak dan mencari perempuan tadi,” ujarnya.
ODGJ yang sudah di kepung warga, kata Sri, malah lari ke tempat pemakaman umum (TPU) di lingkungan pemukiman warga sekitar. Sri bersama warga akhirnya berhasil menemukan perempuan tanpa busana itu.
“Cepet pakai baju, malu, tahu. Apa mau di bawa ke kantor polisi,” ungkap warga saat Sri hendak mengenakan pakaian kepada perempuan ODGJ.
Sempat terjadi cekcok dengan ODGJ. Sri bahkan terlihat kewalahan dengan tindakan kurang baik ODGJ.
Sri yang juga sebagai aktivis sosial di Kuningan ini terus bersikukuh mengenakan pakaian kepada ODGJ tersebut walau sempat dipukul. Berkat usaha keras dan dibantu sejumlah warga kampung sekitar, akhirnya perempuan itu berhasil dikenakan pakaian.
Tidak hanya itu, Sri bersama warga sekitar terus membuntuti arah perjalanan ODGJ tersebut. “Kamu namanya siapa dan mau kemana?“ tanya Sri.
Sri mengatakan, perempuan itu mengaku warga Kuningan.
Di tengah perjalanan atau saat hendak mengantarkan pulang wanita tersebut ada petugas polisi berpatroli. Sri kemudian minta kepada polisi untuk mengantarkan ke rumah orang tuanya atau ke rumah singgah.
“Tadi pas dimasukkan ke dalam mobil, petugas polisi koordinasi dengan Pol PP untuk mengantar anak ini kerumah orang tuanya,” ungkap Sri. (*)