Rabu, 8 April 2026

PSBB di Bandung Raya

Pemkot Bandung Evaluasi PSBB Hari Pertama, Ini Kekurangan yang Sudah Diketahui

Pemkot Bandung mengevaluasi PSBB hari pertama. Ini kekurangan yang dirasakan.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
PETUGAS mengukur suhu tubuh pengendara pada pelaksanaan PSBB hari pertama di Kota Bandung di kawasan Pasteur, Rabu (22/4/20200. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Oded M Danial akan mengevaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari pertama di Kota Bandung.

Oded pun berencana menambah alat pengukur suhu tubuh di pos cek poin yang ramai seperti Pasteur dan Cibiru.

Saat ini, setiap pos cek poin hanya diberikan satu alat pengukur suhu tubuh sementara warga dari luar yang masuk ke Kota Bandung di hari pertama PSBB masih ramai.

Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal), selama PSBB setiap warga yang masuk ke Kota Bandung harus diperiksa mulai dari suhu tubuh, masker, sarung tangan serta ditanya keperluan memasuki Kota Bandung.

Total, ada 19 pos cek poin yang dibagi dalam tiga ring, tersebar di setiap wilayah Kota Bandung seperti Pasteur, Cibiru dan Jalan terusan Darwati.

Di setiap pos cek poin itu, terdapat sejumlah petugas mulai dari Dinas Perhubungan, TNI, Satpol PP, Polisi, satu perawat, dan satu dokter yang dilengkapi alat pelindung diri (APD)

"Insya Allah sudah saya sampaikan tadi, nanti malam jajaran akan mengevaluasi, apa yang kurang, saya evaluasi," ujar Oded, di kantor PT Pos, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (22/4/2020).

Bagi warga luar yang masuk ke Kota Bandung tidak memakai masker, kata Oded, petugas di pos cek poin akan memberikan masker, setelah diedukasi sebelumnya.

"Kami siapkan, mereka nanti dikasih masker, ke depannya kita ingatkan supaya tidak lupa," katanya.

Kemudian untuk kendaraan bermotor yang masih berboncengan, di hari pertama PSBB masih diberi keringanan dengan hanya diimbau.

"Dalam Perwal itu ditetapkan, bahwa tidak lebih satu orang, karena kalau satu orang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan sendiri, yaitu psycal distancing. Yang pertama kali mungkin mereka dibolehkan, tapi tetap mereka dikasih tahu," ucapnya.

Dua Kiai asal Garut dan Subang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Kiprah Keduanya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved