Breaking News:

Merawat Warisan Entitas Pendidikan Tertua

Uraian singkat itu dikupas dari sisi teori dan pendekatan praktik dalam sembilan bab pada buku yang hampir 300 halaman

istimewa
Pengelolaan Pendidikan Islam Teori dan Praktek 

TRIBUNJABAR.ID - Sekiranya tidak sedang dilanda pagebluk Covid-19 saat ini, gairah keislaman biasanya tengah terus memuncak menuju kulminasinya pada Ramadan dan Idulfitri kelak.

Termasuk di dalamnya semangat dalam mempelajari pendidikan (tarbiyah) Islam, baik secara formal maupun informal.

Salah satu elemen tarbiyah Islam yang tak bisa dinafikkan sampai kapan pun adalah pesantren.

Sebuah entitas yang terutama diawali ormas Nahdlatul Wathan tahun 1924 di Surabaya, yang lalu bersatu dengan Nadlatut Tujjar bidang perniagaan dan Tashwirul Afkar bidang keilmuan dan kebudayaan, membentuk ormas terbesar Islam, Nahdlatul Ulama.

Pesantren pun kini bermetamorfosis dengan sematan pesantren modern. Ada juga yang mengaku sebagai Islamic boarding school.

Biayanya? Tak kalah mahal dengan international school karena sarana-prasarana memang tak kalah mumpuni. Termasuk beberapa pesantren modern dan Islamic boarding school di kawasan Bandung Raya.

Akan tetapi, tahukah Anda, merujuk dua penulis buku ini, pasang surut pesantren sebenarnya sudah sering terjadi di Tanah Air?

Bahkan, sejumlah pesantren tak berbekas punah ditinggalkan santri hingga masyarakat sekelilingnya. Tak ada juga kader penerus di sana.

Karena itulah, posisi pesantren yang mulai menggeliat tadi seyogianya tidak membuat terlena. Sematan modern tak boleh berhenti sebatas nama, tapi disertai manajemen konsisten di dalamnya.

Itu pula kiranya yang pernah diajarkan ulama besar pendiri NU, Yai Hasyim Asyari. Ketika kebanyakan pesantren saat itu cenderung tak menggeluti ilmu duniawi, pesantren miliknya mengundang guru ilmu umum bahkan termasuk bahasa Belanda.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved