Tanggul Irigasi Cipadaren di Kawali Ciamis Jebol, 30 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Tanggul bendungan irigasi Cipadaren di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis

tribunjabar/andri m dani
Tanggul Irigasi Cipadaren di Kawali Ciamis Jebol, 30 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Tanggul bendungan irigasi Cipadaren di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis jebol.

Sedikitnya 30 hektare sawah di Desa Winduraja dan Desa Dayeuhluhur terancam gagal panen. Puluhan petak kolam warga puntidak lagi mendapat pasokan air.

“Kejadiannya seminggu lalu, waktu hujan lebat hampir setiap sore mengguyur Ciamis,” ujar Endang Sutrisna (56), warga Dusun Hayawang Winduraja kepada Tribun, Minggu (19/4/2020).

Jebolnya tanggul bendungan irigasi Cipadaren tersebut berawal dari longsor tebing yang membawa rumpun bambu menimbun selokan Cipadaren sehingga air meluap dan melabrak tanggul bendung sepanjang 15 meter.

Tidak hanya tanggul yang jebol, dua petak sawah warga juga hanyut dilabrak  luapan selokan Cipadaren yang berlokasi sekitar 200 meter dari objek wisata Situ Wangi Winduraja.

Deretan Doa Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Berikut yang Dicontohkan Rasulullah

Jebolnya tanggul sepanjang 15 meter tersebut membuat air tidak bisa masuk ke saluran irigasi Cipadaren.

“Warga sempat bergotong royong membuat tanggul darurat, tapi hujan turun lagi dan tanggulnya jebol lagi. Bahkan bagian tanggul yang jebol makin luas,” katanya.

Jebolnya tanggul Cipadaren tersebut,  suplai air ke saluran irigasi Cipadaren terhenti total.

Sekitar 20 hektare sawah di Blok Hayawang dan 10 hektare sawah di Dayeh Luhur tidak lagi mendapat pasokan air.

Padahal puluhan hektare sawah tersebut sedang berisi tanaman padi siap malai (berbuah) yang sangat membutuhkan kestabilan  pasokan air. Puluhan hektar sawah terancam kekeringan, puluhan petak kolam juga terhenti pasokan airnya.

“Kondisi ini cukup membingungkan petani, mereka sangat berharap tanaman padinya bisa diselamatkan. Belum lagi kondisi sulit imbasan dari wabah corona. Puluhan petak kolam juga terhenti pasokan airnya  ,” ujar Endang.

BREAKING NEWS, Pasien Positif Covid-19 Meninggal, Wali Kota Tasikmalaya Minta Warga Jangan Main-main

Katanya jangan sampai terjadi ada warga yang kesulitan pangan akibat saluran irigasi jebol ditengah imbas dampak wabah corona sekarang ini.  

Saat ini warga kata Endang terus bergotong royong setiap hari membuat tanggul darurat agar air Cipadaren kembali bisa mengalir ke saluran irigasi. Dengan memanfaatkan 40 bronjong bantuan berikut batu.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved