Rabu, 27 Mei 2026

Alasan Indramayu Belum Naikkan Status Meski Ada Dua Pasien Positif Covid-19 dan 16 PDP Meninggal

Sebanyak 47 orang juga tercatat masuk kategori PDP Covid-19 dengan 16 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
ISTIMEWA
JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Terus bertambahnya jumlah pasien dalam pangawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu belum membuat pemerintah daerah meningkatkan zona penyebaran Covid-19. Saat ini Pemerintah Kabupaten Indramayu masih mempertahankan zona kuning penyebaran Covid-19.

Padahal, per hari ini atau 17 April 2020, tercatat sudah ada dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab tenggorokan. Selain itu, sebanyak 47 orang juga tercatat masuk kategori PDP Covid-19 dengan 16 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan, untuk peningkatan zona ke tingkat lebih tinggi seperti oranye maupun merah, penyebaran Covid-19 harus masif.

"Yang pernah saya jawab, untuk zona itu dibagi empat, mulai dari zona hijau, kuning, oranye, dan merah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, belum lama ini.

Deden Bonni Koswara menjelaskan, untuk meningkatkan zona Kabupaten Indramayu ke tingkat oranye, penyebaran virus corona harus masif dalam satu wilayah desa atau kecamatan.

Dia mencontohkan, dikategorikannya zona oranye jika pasien itu datang dari luar daerah lalu menularkan ke orang lain dalam satu desa atau satu kecamatan sebanyak 20 hingga 50 orang.

Sedangkan untuk zona merah, dikatakan Deden Bonni Koswara, bilamana daerah tersebut terjadi transmisi lokal.

Atau dengan kata lain, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu tidak habis berpergian kemana-mana namun hasil tes swab tenggorokannya menyatakan pasien yang tersangkutan positif terjangkit virus corona.

MWC NU Bagi-bagikan Hand Sanitizer ke Semua Masjid di Pamarican, Aksi Putus Penyebaran Covid-19

Puluhan Jurnalis Tasikmalaya Jalani Rapid Test Covid-19, Ini Hasilnya

"Tidak pernah kemana-mana tapi tahu-tahunya dia positif, maka baru ditetapkan red zone," ujarnya.

Sebelumnya, Deden Bonni Koswara menjelaskan, banyaknya PDP Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia dipengaruhi dua faktor. Yakni, faktor usia dan penyakit bawaan yang akut ditambah gejala yang mirip Covid-19 seperti demam tinggi, sesak napas, dan lain sebagainya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved