Ojek Pangkalan dan Pengayuh Becak di Cianjur Bakal Terima Bantuan Rp 600 Ribu dari Pemerintah

Ojek pangkalan, pengayuh becak dan pengemudi delman masuk ke dalam daftar penerima bantuan Rp 600 ribu setiap bulannya dari pemerintah pusat selama ti

TRIBUNJABAR.ID
(ilustrasi) tukang becak yang sedang mangkal, Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ojek pangkalan, pengayuh becak dan pengemudi delman masuk ke dalam daftar penerima bantuan Rp 600 ribu setiap bulannya dari pemerintah pusat selama tiga bulan.

Hal tersebut diketahui setelah Satlantas Polres Cianjur mengikuti video Confrence di Aula Wirapratama yang dipimpin langsung oleh Kapolri dan Ka Korlantas Polri Irjen Pol Drs Istiono MH dan Direktur Utama Bank BRI Sunarso, Rabu (15/4/2020)

Adapun sasaran dari program keselamatan 2020 ini adalah para pengemudi angkutan umum seperti sopir taksi, angkot, bus, ojeg dan jasa angkutan lainnya (Mitra Polantas).

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan bantuan bagi para pengemudi yang terdampak sosial dari kebijakan yang diambil pemerintah dalam penanggulangan pandemi covid-19 yang sedang mewabah.

Tujuan lainnya adalah salah satu cara meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat sekaligus meringankan beban ekonomi para pengemudi selama pembatasan operasional kendaraan umum yang menjadi dampak turunnya pendapatan mereka.

Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Ricky Adhipratama mengatakan untuk wilayah Cianjur dialokasikan sebanyak 1.203 penerima santunan yang terbagi untuk pengemudi ojeg (pangkalan) 600 orang, pengemudi bus 77 orang, pengemudi angkot 283 orang, pengemudi bus travel 68 orang, pengemudi becak 72 orang, dan pengemudi delman 103 orang," katanya.

Santunan akan diberikan berupa uang sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya selama tiga bulan kepada para pengemudi yang sudah didata oleh Satlantas Polres Cianjur, melalui rekening di Bank BRI.

Namun mereka diwajibkan mengikuti pelatihan selama tiga bulan setiap hari Sabtu dan Minggu oleh Satlantas Polres Cianjur berdasarkan panduan dari Korlantas Polri.

Adapun materi yang akan diberikan dalam pelatihan yaitu pembekalan tentang pencegahan covid -19 juga materi tentang Safety Riding dan diadakan uji praktek untuk mendapatkan sertifikat.

"Mereka sebagai pengemudi mempunyai tanggung jawab besar terhadap para penumpangnya untuk itulah kami akan berikan sertifikat sebagai bukti kelayakan mereka yang bekerja di bidang jasa pelayanan angkutan umum," kata Ricky.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved