Breaking News:

Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau, Dasar Laut sampai Tersingkap, Pulau Lenyap

Ini menjadi letusan dahsyat pertama Gunung Anak Krakatau sejak erupsi besar yang berlangsung akhir 2018 sampai awal 2019 silam.

BPPT
Perbedaan penampakan Gunung Anak Krakatau dari udara sebelum longsor hingga menimbulkan tsunami 

Controleur itu bernama PLC Le Sueur yang merupakan pejabat Hindia Belanda.

Le Sueur menuliskan kesaksian meletusnya Gunung Krakatau dalam sebuah surat tertanggal 31 Agustus 1883 yang dikirimkan ke atasannya.

Awalnya Le Sueur mendengar suara dentuman yang begitu keras.

Ia mengira dentuman tersebut berasal dari meriam kapal, tak ada sedikit pun prasangka dentuman itu berasal dari Gunung Krakatau.

"Pada hari Minggu sore, menjelang pukul empat, sewaktu saya sedang membaca di serambi belakang rumah saya, tiba-tiba saja terdengar beberapa dentuman yang menyerupai letusan meriam," tulisnya dalam surat.

Tak lama setelah kejadian tersebut, air laut mulai naik dan beberapa kampung di pantai sudah tergenang.

Masyarakat terlihat panik, Le Sueur mencoba menenangkan mereka.

Mereka mulai memanggil-manggil nama Allah.

"Saya menyuruh membawa wanita dan anak-anak ke tempat-tempat yang letaknya lebih tinggi. Air surut lagi dengan cepat, tetapi mulai hujan abu," katanya.

Lalu, sekitar pukul empat pagi, Le Sueur dibangunkan oleh warga kampung yang memberitahu bahwa di kaki langit terlihat cahaya kemerah-merahan.

Pemandangan yang tak biasa terjadi itu membuat Le Sueur khawatir.

Ia memutuskan untuk memeriksa ke bibir pantai sekitar pukul enam pagi pada hari Senin.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved