Breaking News:

Ada Jenazah Perawat Covid-19 Ditolak Warga Saat Dimakamkan, PPNI Sukabumi: Jangan Diskriminasi Kami

Ada jenazah perawat Covid-19 di Jateng ditolak warga saat dimakamkan. PPNI Sukabumi: Jangan diskriminasi kami.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Istimewa
Ketua DPD PPNI Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi. 
Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin
 
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Baru-baru ini viral seorang perawat di Jawa Tengah meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19 yang ditolak warga saat akan dimakamkan.
 
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi menyayangkan kejadian tersebut.
 
Ia mengaku sangat prihatin karena perawat menjadi korban stigmatisasi dan diskriminasi sosial dalam berbagai bentuk.
 
"Ada beberapa hal yang menjadi keprihatinan kami, khususnya perawat yang sudah menjadi korban stigmatisasi dan diskriminasi sosial dalam berbagai bentuk, di Jawa Tengah baru-baru ini jenazah perawat positif Covid-19 ditolak warga untuk dimakamkan di pemakaman umum, ada juga perawat diusir dari tempat kosannya, dan berbagai bentuk diskriminasi lainnya oleh masyarakat, dan ini sangat menyakitkan kami," ujar Masykur kepada Tribunjabar.id melalui sambungan telepon, Sabtu (11/4/2020).
 
Dari kejadian tersebut, ia meminta kepada masyarakat, khusunya di Kabupaten Sukabumi untuk membantu para perawat dan menjaga motivasi para perawat, terutama ketika merawat pasien Covid-19.
 
"Kami sangat memohon kepada semua masyarakat, khususnya masyarakat kabupaten Sukabumi, bisa membantu kami, menjaga motivasi kami dengan cara jangan pernah melakukan stigmatisasi terhadap kami. Jangan pernah mendiskriminasi kami," kata Masykur.
 
Ia juga meminta warga tidak membicarakan dan berbisik-bisik tentang keadaan para perawat dan keluarga perawat.
 
"Jangan pernah membicarakan dan berbisik-bisik tentang kami dan keluarga kami, jangan pernah membuat status yang kontradiktif dengan perjuangan dan keihklasan kami. Tolong kalau ada yang perlu diketahui tentang kami, tanyakan langsung kepada kami, sehingga akan mendapatkan jawaban yang benar dan tidak menyesatkan," ujarnya.
 
Masykur mengatakan, perawat yang bertugas merawat pasien Covid-19 merupakan tenaga profesional yang sudah dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan khusus tentang keperawatan, sehingga ia memastikan perawat tahu betul prinsip dan SOP dalam menghadapi penyakit menular.
 
Selain itu, menurut Masykur, para perawat juga selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) setiap saat dan menjaga daya tahan tubuh.
 
"Perawat, khususnya di Kabupaten Sukabumi selalu menerapkan aman diri dengan melengkapi diri kami dengan (APD) setiap saat, menjaga daya tahan tubuh dengan selalu ber-PHBS juga mengkonsumsi suplemen vitamin. Kami selalu taat dan mengikuti aturan dan SOP yang telah ditentukan, kami tahu kapan harus melepaskan pakaian dinas, kapan boleh keluar RS, kapan boleh bertemu keluarga dan masyarakat," ujarnya
"Kami ikhlas berjuang menahan lapar dan dahaga ketika kami sedang menggunakan APD lengkap, kami rela berpisah dengan keluarga untuk sementara demi tugas mulia ini," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved