Virus Corona di Jabar

Warga Nilai Pemkot Bandung Lamban soal Covid-19, Jalanan Masih Ramai Kendaraan padahal 18 Meninggal

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.048 orang, 733 di antaranya masih dipantau dan 1.315 orang selesai dipantau.

TRIBUN JABAR/TIAH SM
WALI Kota Bandung, Oded M Danial, melihat Puskesmas Garuda di Jalan Dadali Nomor 81 Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (7/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah mengusulkan kepada pemerintah pusat, Jakarta akhirnya diberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai hari ini.

PSBB diberlakukan setelah masifnya penyebaran Covid-19 di Jakartan dan wilayah sekitarnya.

Diharapkan, PSBB bisa mengurangi penyebaran virus corona SARS-CoV-2 tersebut.

Lain Jakarta, lain pula Bandung.

Warga Kota Bandung menilai Pemerintah Kota Bandung lamban dalam mengambil kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kebijakan Wali Kota Bandung, Oded M Danial, yang belum berencana mengambil langkah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun dipertanyakan warga.

Sebab, saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien positif di Kota Bandung terus bertambah setiap harinya.

 Bawaslu Kuningan Gelar Kegiatan Donor Darah dan Bagikan Masker dalam Rangka Peringatan Harlah

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, hingga Kamis 9 April 2020, pukul 13.00 WIB, total pasien Covid-19 sudah mencapai 62 orang.

Sebanyak 36 di antaranya masih dirawat, delapan orang sembuh, dan 18 orang lainnya meninggal.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved