Breaking News:

Wali Kota Bandung Terbitkan Surat Edaran Lagi, Pengamat: Sudah Saatnya PSBB

Sudah cukup (pertimbangan) untuk melakukan PSBB dan harus segera kalau bisa paling lambat hari Senin Bandung sudah PSBB.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Istimewa
Guru Besar UPI sekaligus Pengamat Pendidikan, Prof Dr Cecep Darmawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurhman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guru besar ilmu politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus pakar kebijakan publik, Cecep Darmawan, menilai surat edaran Wali Kota Bandung yang hanya berisi imbauan belum cukup untuk melindungi warga dari ancaman virus corona.

Wali Kota Bandung, kata dia, harusnya mengeluarkan kebijakan yang lebih tegas. Misalnya dengan mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena jumlah pasien positif di Kota Bandung terus bertambah.

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, total pasien Covid-19 sudah 68 orang, 40 masih dirawat, delapan orang sembuh, dan 20 orang lainnya meninggal, hingga Jumat (10/4/2020), hingga pukul 13.00 WIB. 

Kemudian, pasein dalam pengawasan (PDP) berjumlah 265 orang, 140 masih dirawat serta 125 pulang. Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.163, 686 dalam proses dan 1.477 selesai pemantauan.

"Menurut saya kalau dilihat dari pergerakan itu (sebaran virus), Kota Bandung sudah layak untuk mengajukan PSBB karena penduduknya banyak. Kemudian mobilitas masih kelihatan. Ketiga, kasusnya relatif menghawatirkan. Jadi dari tiga persoalan ini lebih baik preventiflah walaupun secara ekonomi kita akan agak terganggu. Tapi kesehatan dan keselamatan warga jauh lebih penting daripada ekonomi," ujar Cecep.

Bahkan, sambung Cecep, Pemerintah Kota Bandung harus sesegera mungkin mengajukan PSBB jika ingin menekan angka positif Covid-19.

"Sudah cukup (pertimbangan) untuk melakukan PSBB dan harus segera kalau bisa paling lambat hari Senin Bandung sudah PSBB. Jangan slow lagi, slow lagi," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengeluarkan surat edaran lagi. Kali ini tentang perpanjangan masa status keadaan tanggap darurat bencana wabah virus corona.

Surat Edaran Nomor: 443/SE.054-Dinkes tertanggal 9 April 2020 ini menjadi kebijakan Oded yang ketiga dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kota Bandung.

Isi surat edaran ketiga ini pun beberapa poinnya masih mengacu pada dua kebijakan sebelumnya yakni, memperpanjang masa belajar di rumah, bekerja dari rumah, dan menerapkan physical distancing.

Hanya ada dua poin baru dalam surat edaran itu yakni, Oded mengimbau agar umat muslim menaati Surat Edaran MUI Kota Bandung Nomor 503/A/MUI-KB/III/2020 yang memfatwakan boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan salat lima waktu/rawatib/Tarawih dan Id di masjid atau tempat umum lainnya.

Kedua, Oded memerintahkan aparatur kewilayahan untuk bekerja sama dengan RT/RW, pengurus ibadah serta tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan secara luas tentang kebijakan diam di rumah dan menjaga jarak ini sampai ke kepada setiap individu keluarga. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved