Virus Corona di Jabar

Labkesda Jabar Percepat Pengujian Sampel Tes Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Labkesda Jawa Barat berupaya mempercepat pengujian sampel tes Covid-19.

Humas Pemprov Jabar
Balai Pengembangan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jabar dengan Biosafety Level 2 (BSL-2) ditunjuk menjadi salah satu laboratorium pemeriksa sampel terduga Covid-19 di Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Labkesda Jawa Barat berupaya mempercepat pengujian sampel tes Covid-19.

Jawa Barat sebagai provinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia yakni hampir 50 juta jiwa, mencatat 376 kasus positif hingga Kamis, 9 April 2020.

Sebanyak 1.301 merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan 17.581 warga masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Upaya Pemerintah Provinsi Jabar untuk memutus rantai persebaran Covid-19, salah satunya melakukan tes masif dengan alokasi 63 ribu alat Rapid Diagnostic Test (RDT) bagi 27 kabupaten/kota, rumah sakit, instansi vertikal, institusi pendidikan, serta pesantren.

Tujuannya, berkali-kali disebutkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, adalah untuk memetakan zona atau sebaran Covid-19 di Jabar agar pihaknya bisa menentukan tindak lanjut yang cepat dan tepat, termasuk dalam wujud keputusan atau aturan daerah.

Wali Kota Bandung Terbitkan Surat Edaran Lagi, Pengamat: Sudah Saatnya PSBB

Dalam proses pemetaan atau tracing itu, Balai Pengembangan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat pun berperan penting sebagai salah satu laboratorium yang ditunjuk Kementerian Kesehatan RI untuk pemeriksaan Covid-19 di Jabar.

Ratusan kasus positif yang dilaporkan di Jabar, di antaranya dipastikan melalui lima tahap pemeriksaan di Labkesda Jabar bekerja sama dengan ITB dan Unpad ini.

Lima tahap tersebut yakni proses ekstraksi, real time PCR (Polymerase Chain Reaction), interpretasi hasil, verifikasi, dan validasi.

Kepala UPTD Labkesda Jabar, Ema Rahmawati, mengatakan pihaknya memberikan laporan dari tiga sumber pemeriksaan, yaitu sampling tenaga kesehatan risiko tinggi di rumah sakit, sampling PDP di rumah sakit, sampling Labkesda kabupaten/kota terhadap hasil rapid test, sampling ODP, maupun sampling OTG (Orang Tanpa Gejala).

"Selain itu, bisa juga dari kegiatan sampling yang dilakukan kami sendiri, salah satunya terhadap sejumlah klaster penyebaran Covid-19 di Jabar," ujar Ema di Kota Bandung, Jumat (10/4/2020).

Untuk mengerjakan proses pemeriksaan, Labkesda Jabar menggunakan lima mesin real time PCR, dua di antaranya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar lewat APBD.

Selain itu, terdapat pula satu alat automatic extraction (ekstraksi) milik Unpad yang digunakan di Labkesda Jabar.

Terbaru, dengan pembelian 20 ribu reagen serta satu alat ekstraksi oleh Pemerintah Provinsi Jabar dari Korea Selatan, Ema yakin hasil pemeriksaan sampel swab terduga Covid-19 bisa lebih cepat dan banyak.

TKI Asal KBB Terlantar di Malaysia, Susah Dipulangkan karena Wabah Corona

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved