Raja Kandang Wesi Garut Klaim Punya Obat Virus Corona, Pernah Dicoba ke Mahasiwa Indonesia di Wuhan

Raja Kandang Wesi asal Garut mengklaim punya obat corona. Pernah diuji coba mahasiswa Indonesia di Wuhan.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Nurseno SP Utomo, menunjukkan obat herbal yang diklaim bisa mengobati virus corona. 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Di tengah pandemi corona, warga Kabupaten Garut mengklaim telah membuat obat untuk menyembuhkan virus corona.
Obat berbahan herbal itu, dibuat oleh Nurseno SP Utomo.
 
Nama Nurseno sudah tak asing lagi.
Beberapa bulan lalu, Nurseno SP Utomo sempat menghebohkan Indonesia dengan kerajaan Kandang Wesi-nya.
Meski ia membantah menjadi seorang raja dan hanya sebagai tokoh budaya.
 
Nurseno mengklaim, obat herbal yang dibuatnya sejak 10 tahun lalu itu bisa mengobati virus corona.
Jika diizinkan, ia ingin memberi obat itu kepada pasien positif corona.
 
"Saya klaim minimal dua hari sudah bisa sembuh. Setiap jam, ada perubahan kepada pasien itu setelah mengonsumsi obat ini," ucap Nurseno, Kamis (9/4/2020).
KERAJAAN KANDANG WESI-Nurseno SP Utomo, pendiri padepokan bela diri Syahbandar Kari Madi yang memiliki gelar Raja Kandang Wesi.
KERAJAAN KANDANG WESI-Nurseno SP Utomo, pendiri padepokan bela diri Syahbandar Kari Madi yang memiliki gelar Raja Kandang Wesi. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)
 
Obat itu, katanya, bisa menambah imunitas tubuh.
Ia juga sudah pernah memeriksakan obat itu ke laboratorium.
Hasilnya, obat itu bisa mencegah virus dan bakteri.
 
"Kami perlu aplikasikan obat ini secara langsung. Obat ini saya racik sendiri. Rasanya seperti kacang tak pahit, tapi ada dampak kimia dan tak ada efek samping," katanya.
 
Nurseno menyebut, obat itu pernah diberikan ke salah seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Wuhan, Tiongkok.
Mahasiswa itu, mengalami gejala Covid-19.
 
"Sudah diuji coba ke mahasiswa dari Wuhan. Dia sesak dan ada gejala corona. Makanya saya kasih obat ini, sekarang juga sudah sembuh," ujarnya.
 
Selain dengan obat herbal, teknik pengobatan dengan pemberian energi.
Setelah mengonsumsi obat, perlu ada olah jiwa dengan jurus dari paguron miliknya.
 
"Kami di Syahbandar Kari Madi (SKM) ada jurus untuk pengobatannya juga. Makanya saya ingin mencoba untuk mengobatinya," katanya.
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved